Net Buy Bertahan Rp 247 Miliat di Tengah Penurunan IHSG, Asing Borong BMRI hingga BBCA
JAKARTA, investortrust.id – Investor asingmerealisasikan pembelian bersih (net buy) saham senilai Rp 247,50 miliar, meskipun indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI), Senin (15/12/2025), ditutup berbalik melemah 10,84 poin (0,13%) menjadi 8.649.
Net buy terbanyak disumbangkan lima saham berikut, yaitu saham IMPC senilai Rp 448,81 miliar, BMRI mencapai Rp 211,79 miliar, SILO senilai Rp 192,79 miliar, BBCA mencapai Rp 190,91 miliar, dan EMAS mencapai Rp 138,32 miliar.
Sebaliknya lima saham dengan penjualan bersih (net sell) terbanyak disumbangkan saham BUMI sebanyak Rp 621,75 miliar, DEWA sebanyak Rp 210,14 miliar, RATU mencapai Rp 119,31 miliar, ANTM senilai Rp 106 miliar, dan WIFI mencapai Rp 105,38 miliar.
Baca Juga
Saham Semua Bank Mendadak Melesat Hari Ini, Saatnya Berburu Saham Ini?
Adapun penurunan dipicu atas pelemahan sejumlah sektor saham, seperti sektor energi melemah 3,45%, sektor material dasar 1,40%, infrastruktur turun 1,94%, sektor property melemah 0,71%. Sebaliknya lompatan melanda saham sektor kesehatan 3,50% dan keuangan 2,20%.
Penekan utama IHSG datang dari penurunan saham big cap, seperti DSSA sebanyak 5,08%, MLPT melemah 7,90%, MORA melemah 10,82%, dan BYAN melemah 2,61%. Tekanan juga datang dari pelemahan saham RAJA, RATU, PANI, hingga INKP.
Meski IHSG terjungkal,sejumlah saham berikut justru berhasil cetak kenaikan hingga auoto reject atas (ARA), yaitu saham PPRE menguat 34,19% menjadi Rp 157, ERTX naik 34,03% menjadi Rp 256, dan VINS naik 34,18% menjadi Rp 212.
Baca Juga
Prabowo Ungkap Ada Elite Cari Kambing Hitam Terkait Bencana Sumatra
ARA juga melanda saham BEER sebanyak 25% menjadi Rp 260, CSIS naik 25% menjadi Rp 550, KONI naik 25% menjadi Rp 2.850, CARE menguat 25% menjadi Rp 725. ARA selanjutnya dicadtat MBSS sebanyak 24,79% menjadi Rp 2.240, KOKA sebanyak 24,75% menjadi Rp 252, BALI naik 24,71% menjadi Rp 2.170, RLCO menguat 24,55% menjadi Rp 685, dan NATO naik 24,51% menjadi Rp 254.
Meski tak ARA saham berikut catatkan kenaikan harga pesat, seperti saham DGIK menguat 25,36% menjadi Rp 173, IATA menguat 24,32% menjadi Rp 138, GMTD naik 22,90% menjadi Rp 2.630, DART naik 20,90% menjadi Rp 214, dan BBYB naik 20,21% menjadi Rp 565.
Adapun indeks sepanjang pekan lalu mencapai 0,32% menjadi 8.660. Kenaikan tersebut berdampak terhadap peningkatan kapitalisasi pasar (market cap) BEI menjadi Rp 15.882 triliun.
Net buy/Net Sell

