Rasio Futures Ethereum Melejit di Thanksgiving, “Santa Rally” Bawa ETH ke US$ 3.300?
Poin Penting
| ● | Rasio futures-to-spot ETH melonjak ke level tertinggi Q4, menunjukkan pedagang semakin agresif membuka posisi leverage menjelang periode Thanksgiving. |
| ● | Modal risiko berpindah dari Bitcoin ke Ether, terlihat dari open interest BTC yang turun tajam sementara OI ETH tetap stabil. |
| ● | Thanksgiving disebut sebagai momentum potensial pemicu reli ETH. |
JAKARTA, investortrust.id — Ethereum (ETH) kembali mencuri perhatian pasar derivatif setelah data terbaru CryptoQuant mencatat lonjakan rasio futures-to-spot di Binance dari angka 5 menjadi 6,84, level tertinggi pada kuartal IV 2025. Kenaikan ini menandai pergeseran signifikan perilaku investor yang kini lebih memilih posisi leverage dibanding akumulasi spot.
ETH menjadi aset berkapitalisasi besar paling agresif dibanding kompetitornya, dengan Bitcoin dan Solana masing-masing mencatat rasio di level 4 dan 4,3. Divergensi ini mengindikasikan meningkatnya ekspektasi volatilitas atau potensi katalis khusus bagi ETH dalam waktu dekat.
Pada saat yang sama, dilansir dari Cointelegraph, Jumat (28/11/2025) data on chain Binance menunjukkan open interest (OI) Bitcoin mengalami penurunan tajam dalam dua pekan terakhir. Berbeda dengan itu, OI Ether tercatat stabil dengan penurunan minor rata-rata hanya 0,47% per hari. Analis menilai tren ini sebagai pergeseran modal risiko dari BTC menuju ETH yang menawarkan potensi beta lebih tinggi.
Baca Juga
Ethereum Jatuh ke Level Terendah 4 Bulan Kini Harganya di Bawah US$ 3.000
Setelah menembus level US$ 3.000 minggu ini, pasar terpecah mengenai arah pergerakan ETH selanjutnya. Analis kripto Scient menyebut struktur harga ETH telah mengungguli Bitcoin, dengan zona US$2.800 menjadi basis support kuat. Area tersebut diperkirakan dapat memicu dorongan menuju US$ 3.050 dan bahkan level likuiditas utama di US$ 3.390.
Namun pandangan berbeda datang dari analis Lab Trading, Ken, yang menilai tekanan jangka pendek masih bearish. Ia menyebut ETH berulang kali gagal menembus 100-EMA di grafik empat jam sepanjang November dan memperingatkan risiko koreksi lanjutan selama level US$ 3.000 belum berubah menjadi support.
Baca Juga
Di sisi lain, analis Kingpin Crypto melihat periode “masa tenang Thanksgiving” sebagai katalis menuju potensi reli baru. Dengan harga yang kembali ke area retracement 0,618 dari reli tahun 2025 dan support kerangka waktu tinggi masih bertahan, ia memperkirakan potensi “rally Santa” ETH ke kisaran US$ 3.300 pada Desember, terutama di tengah melemahnya dominasi Bitcoin di pasar.
Pergerakan tajam pada indikator derivatif menempatkan ETH dalam posisi strategis jelang penutupan tahun, sementara pasar menunggu apakah tekanan leverage ini mampu bertransformasi menjadi reli lanjutan.

