Investor Berharap 'Santa Claus Rally', Pasar Futures AS Bergerak Naik
NEW YORK, investortrust.id - Futures saham AS menguat tipis dalam perdagangan Minggu malam (22/12/2024), saat pasar bersiap menghadapi pekan perdagangan yang singkat karena libur Natal.
Baca Juga
Wall Street Rebound Didukung Data Inflasi, Dow Melejit Hampir 500 Poin
Futures Dow Jones Industrial Average naik sekitar 100 poin. Futures S&P 500 naik 0,3%, dan futures Nasdaq 100 meningkat 0,4%.
Perdagangan diperkirakan akan relatif tenang selama pekan ini. Bursa Efek New York akan tutup lebih awal pada Selasa, pukul 1 siang waktu setempat untuk malam Natal, dan pasar akan libur pada Hari Natal.
Investor berharap apa yang disebut sebagai "Santa Claus rally" dapat membantu pasar menutup tahun 2024 dengan hasil positif, terutama setelah pekan yang penuh gejolak. Sejak 1969, rata-rata S&P 500 naik 1,3% dalam lima hari perdagangan terakhir tahun ini dan dua hari pertama Januari, menurut Stock Trader’s Almanac.
Paruh kedua Desember juga biasanya menjadi periode terkuat kedua sepanjang tahun untuk ekuitas AS, dan S&P 500 naik 83% dalam Desember di tahun-tahun pemilihan presiden, menurut Bank of America.
“Dengan tren utama pasar yang masih tetap kuat, kami belum menyerah pada kemungkinan adanya Santa Claus rally di Broad & Wall tahun ini,” tulis Craig Johnson, kepala teknisi pasar di Piper Sandler, dalam sebuah catatan, seperti dikutip CNBC.
Pasar baru saja melewati pekan yang bergejolak, dengan Dow mengalami penurunan selama 10 hari berturut-turut, terpanjang sejak 1974. Dow anjlok 1.100 poin pada Rabu lalu setelah Federal Reserve mengisyaratkan pemangkasan suku bunga yang lebih sedikit pada 2025 dibandingkan proyeksi sebelumnya. Data inflasi yang lebih rendah dari perkiraan membantu saham memulihkan sebagian kerugian.
Baca Juga
Wall Street Ambruk, Dow Anjlok 1.100 Poin dan Catat Penurunan Terpanjang Sejak 1974
Secara bulanan hingga saat ini, Dow yang terdiri dari 30 saham utama turun 4,6% pada Desember, sementara S&P 500 melemah 1,7%. Nasdaq Composite, yang didominasi sektor teknologi, justru naik 1,8% bulan ini.
Di bidang politik, Presiden Joe Biden menandatangani undang-undang pendanaan pemerintah pada Sabtu yang mencegah penutupan pemerintahan. Undang-undang tersebut akan mendanai lembaga-lembaga federal pada tingkat saat ini selama tiga bulan ke depan.

