IHSG Hijau Didorong January Effect Lanjutkan Santa Claus Rally, Investor Diminta Tetap Waspada
JAKARTA, investortrust.id – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) melanjutkan tren penguatan di awal tahun 2026 didukung fenomena January Effect yang menyambung Santa Claus Rally pada akhir tahun lalu. Kenaikan tersebut juga sejalan dengan kenaikan mayoritas indeks saham di Asia.
Equity Analyst Indo Premier Sekuritas (IPOT) Hari Rachmansyah menjelaskan, pergerakan positif IHSG dipengaruhi lanjutan Santa Claus Rally di penghujung Desember serta mulai berjalannya January Effect sejak 2 Januari 2026, yang mendorong risk appetite pasar dan menjaga momentum bullish IHSG.
Baca Juga
“Pergerakan positif IHSG dipengaruhi oleh lanjutan Santa Claus Rally di akhir Desember dan mulai berjalannya January Effect sejak 2 Januari 2026 yang mendorong risk appetite pasar dan menjaga momentum bullish IHSG di awal tahun,” ujar Hari, Senin (5/1/2026).
Meski demikian, Hari mengingatkan investor untuk tetap memperhatikan manajemen risiko, mengingat potensi aksi profit taking tetap terbuka di tengah kondisi pasar yang cenderung bullish.
Hingga akhir pekan ini, akumulasi investor asing diyakini masih berlanjut. Selain itu, rilis sejumlah data ekonomi domestik berpotensi menjadi sentimen positif bagi pasar, di antaranya neraca dagang, inflasi, dan consumer confidence index. Neraca dagang Indonesia dinilai tetap solid, sementara inflasi berada dalam level terkendali, mencerminkan stabilitas makroekonomi dan daya beli masyarakat yang terjaga.
Baca Juga
OJK Dorong Perluasan Kepesertaan Dana Pensiun untuk Pekerja Informal
Secara teknikal, dia mengatakan, momentum bullish IHSG diperkirakan bertahan. Namun pergerakan indeks tetap dipengaruhi dinamika eksternal, terutama arah kebijakan global.
Dari sentimen global, meningkatnya tensi geopolitik Amerika Serikat dan Venezuela, termasuk kabar serangan militer, berpotensi memengaruhi harga komoditas global, khususnya minyak, seiring meningkatnya kekhawatiran terhadap pasokan. Meski demikian, Wall Street masih berpeluang melanjutkan penguatan pekan depan, ditopang optimisme pasar setelah mencatat kinerja solid sepanjang 2025.
Sektor teknologi tetap menjadi penggerak utama, tercermin dari kenaikan S&P 500 lebih dari 16%, Nasdaq lebih dari 20%, dan Dow Jones sekitar 13% sepanjang 2025. Ke depan, reli pasar diperkirakan lebih seimbang dengan potensi rotasi ke sektor non-teknologi, termasuk bank regional.
Baca Juga
Pemerintah Bakal Berlakukan Kembali Work From Anywhere saat Mudik Lebaran 2026
Rekomendasi Saham:
1. Buy BULL
Saham BULL masih berada dalam tren naik (uptrend), ditopang pergerakan harga di atas EMA-5 hingga EMA-50. Bertahannya harga di atas level psikologis 500 membuka peluang penguatan menuju area 620.
2. Buy BUVA
Saham BUVA berpotensi melanjutkan tren naik dengan harga bertahan di atas EMA-5 hingga EMA-50. Aksi akumulasi investor asing sekitar Rp32 miliar dalam sepekan terakhir turut menjaga momentum positif.
3. Buy IMPC
IMPC menunjukkan kelanjutan tren bullish setelah menembus level all time high, didukung akumulasi investor asing sekitar Rp113 miliar pada pekan sebelumnya.

