Didukung Window Dressing dan Santa Claus Rally, IHSG Bisa Tembus 8.800 Pekan Ini
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) diprediksi berpeluang menyentuh level resistance 8.800 pada pekan ini. Indo Premier Sekuritas (IPOT) menilai pasar saham Indonesia tengah berada dalam momentum window dressing dan Santa Claus rally.
Retail Equity Analyst IPOT Indri Liftiany Travelin Yunus menyampaikan, IHSG saat ini telah mencatatkan penguatan 1,78% secara month to date (MTD). Menurutnya, peluang penguatan masih terbuka dengan pergerakan cenderung menguat dalam rentang support 8.570 dan resistance 8.800.
“Saat ini IHSG tercatat sudah menguat 1,78% (MTD). Kami menilai IHSG masih memiliki peluang untuk dapat melanjutkan penguatannya pada pekan ini dan akan bergerak bervariasi cenderung menguat dalam rentang support 8.570 dan resistance 8.800,” jelas Indri, Senin (15/12/2025).
Baca Juga
Indri mengimbau para trader dan investor untuk mencermati sejumlah sentimen global, salah satunya rilis Non Farm Payrolls Amerika Serikat periode Oktober dan November yang diperkirakan turun drastis hingga level 55.000. Selain itu, S&P Global Composite PMI Flash Amerika Serikat periode Desember 2025 diproyeksikan sedikit melemah namun tetap berada pada fase ekspansi.
Sementara itu, data inflasi Amerika Serikat periode November diperkirakan turun tipis ke level 3%. Dari sisi domestik, sentimen utama yang menjadi perhatian pasar adalah arah kebijakan suku bunga Bank Indonesia (BI) dengan konsensus pemangkasan sebesar 25 basis poin ke level 4,5%.
“Berdasarkan sentimen global, yakni konsensus data ekonomi Amerika Serikat, kami menilai kondisi-kondisi tersebut akan membuka peluang yang lebar untuk Federal Reserve melanjutkan pemangkasan tingkat suku bunga acuan pada kuartal I-2026 mendatang,” ujar Indri.
Baca Juga
BI Catat Utang Luar Negeri Indonesia Turun 0,39% di Oktober 2025, Sinyal Apa?
Meski demikian, IPOT menilai BI tidak akan terburu-buru memangkas suku bunga pada pekan ini. Indri memprediksi pemangkasan suku bunga BI baru akan dilakukan pada awal 2026, yang dinilai berpotensi membuka peluang besar bagi aliran dana masuk ke pasar saham.
Di sisi lain, fokus pelaku pasar saat ini juga tertuju pada sejumlah emiten yang dinilai berpotensi masuk dalam rebalancing indeks MSCI, sehingga banyak investor memanfaatkan momentum kenaikan harga secara teknikal.
“Di sisi lain, kami menilai fokus para pelaku pasar saat ini tengah tertuju pada beberapa emiten yang dinilai memiliki potensi besar masuk rebalancing indeks MSCI, sehingga banyak yang mengambil momentum kenaikan harga secara teknikal tersebut,” tandasnya.
Baca Juga
Kerahkan Kekuatan Nasional Tangani Bencana Sumatra, Menko PMK Pastikan Huntara Dipercepat
Merespons kondisi pasar tersebut, IPOT merekomendasikan strategi investasi pada saham-saham yang dinilai berpotensi melaju seiring momentum window dressing dan Santa Claus rally dengan teknikal yang menarik.
Rekomendasi saham IPOT:
Buy JPFA
Current Price: 2.640 | Entry: 2.640 | Target Price: 2.800 (+6,1%) | Stop Loss: < 2.560 (-3,0%) | Risk to Reward Ratio: 1:2,0 Saham PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk (JPFA) membentuk pola bullish falling wedge dan berada pada kondisi low risk.
Buy on Breakout MEDC
Current Price: 1.315 | Entry: 1.340 | Target Price: 1.445 (+7,8%) | Stop Loss: < 1.290 (-3,7%) | Risk to Reward Ratio: 1:2,1. Saham PT Medco Energi Internasional Tbk (MEDC) secara teknikal membentuk candlestick marubozu dan telah terjadi inflow, sehingga peluang breakout dinilai cukup besar.
Buy INKP
Current Price: 8.200 | Entry: 8.200 | Target Price: 8.800 (+7,3%) | Stop Loss: < 8.000 (-2,4%) | Risk to Reward Ratio: 1:3,0 Saham PT Indah Kiat Pulp & Paper Tbk (INKP) menunjukkan technical reborn, dengan kinerja laba bersih 9M25 naik 44,15% seiring penurunan beban lain-lain.

