Net Buy Melesat Rp 1,26 Triliun, Asing Borong Saham BMRI hingga BUVA
JAKARTA, investortrust.id – Pemodal asing membukukan pembelian bersih (net buy) saham mencapai Rp 1,26 triliun, seiring dengan kenaikan indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI), Kamis (20/11/2025), sebanyak 13,34 poin (0,16%) ke level penutupan tertinggi baru sepanjang masa 8.419.
Net buy terbanyak disumbangkan saham PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) Rp 582,18 miliar, PT Solusi Sinergi Digital Tbk (WIFI) Rp 250,17 miliar, PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) Rp 230,48 miliar, PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) Rp 154,69 miliar, dan PT Bukit Uluwatu Tbk (BUCA) senilai Rp 153,83 miliar.
Baca Juga
Lapor ke Prabowo, Bahlil Sebut PNBP Sektor ESDM Capai 85% dari Target APBN
Sebaliknya lima saham dengan penjualan bersih (net sell) terbanyak melanda PT Bumi Resources Tbk (BUMI) Rp 288,85 miliar, PT Indokripto Koin Semesta Tbk (COIN) Rp 71,20 miliar, PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) Rp 58,98 miliar, PT Sampoerna Agro Tbk (SGRO) Rp 50,22 miliar, dan PT Indfood CBP Sukses Makmur Tbk (ICBP) senilai Rp 39,60 miliar.
Kenaikan tersebut didukung penguatan mayoritas sektor saham, seperti sektor konsumer primer naik 2,50%, sektor infrastruktur 0,52%, energi 0,44%, sektor transportasi 0,23%, dan sektor kesehatan 0,25%. Sebaliknya penurunan melanda saham sektor properti, teknologi, keuangan, dan konsumer non primer.
Di tengah penguatan tersebut, empat saham catatkan penguatan sampai auto reject atas (ARA), yaitu saham BOGA naik 25% menjadi Rp 675, SKLT menguat 25% menjadi Rp 270, BUKK melesat 24,70% menjadi Rp 1.540, dan SMDM naik 24,69% menjadi Rp 1.010. Meski tak ARA, saham ASLI melesat 22,05% menjadi Rp 238, BRRC menguat 21,71% menjadi Rp 157, dan PUDP naik 20,19% menjadi Rp 1.280.
Baca Juga
Tak Hanya Bisnis Eksisiting, Pertamina Dorong Ketahanan Energi Lewat Bahan Bakar Rendah Karbon
Kemarin, IHSG ditutup rebound sebanyak 44,65 poin (0,53%) menjadi 8.406 disertai dengan pemodal asing membukukan pembelian bersih (net buy) saham mencapai Rp 1,67 triliun. Net buy terbanyak melanda BOGA Rp 583,51 miliar, BMRI Rp 285,73 miliar, dan BHAT Rp 254,46 miliar.
Penguatan ini didukung kenaikan mayoritas sektor saham, seperti sektor energi menguat 1,54%, sektor konsumer non primer naik 1,09%, sektor keuangan 0,80%, sektor industri 0,57%, dan sektor infrastruktur 1,04%. Sebaliknya penurunan melanda saham sektor teknologi, properti, dan transportasi.
Sedangkan saham cuan hingga auto reject atas (ARA) kemarin, yaitu saham TIFA naik 25% menjadi rp 515, BUKK menguat 24,75% menjadi Rp 1.235, FMII menguat 24,71% menjadi Rp 434, SGRO naik 19,92% menjadi Rp 7.225, dan LIFE naik 19,82% menjadi Rp 9.975.

