Net Buy Melesat Rp 2,73 Triliun, Asing Borong Saham BMRI, BBCA, BBRI, dan BBNI
JAKARTA, investortrust.id – Pemodal asing merealisasikan pembelian bersih (net buy) jumbo Rp 2,73 triliun, seiring dengan lompatan indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI), Kamis (15/2/2024), sebanyak 93,54 poin (1,30%) menjadi 7.303,28. IHSG bergerak di zona hijau sepanjang hari 7.210,56-7.365,68 dengan nilai transaksi Rp 14,72 triliun.
Net buy terbanyak melanda saham PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) Rp 793,65 miliar, PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) Rp 480,95 miliar, PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) Rp 438,84 miliar, PT Telkom Indonesia Tbk (TLKM) Rp 249,01 miliar, dan PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI) Rp 231,04 miliar.
Baca Juga
Top! Empat Saham Bank Besar Ini Kompak ATH hingga Akhir Perdagangan di BEI
Ternyata selain menjadi buruan pemodal asing, empat saham bank besar tersebut mencatatkan kenaikan hingga all time high (ATH), yaitu saham BMRI naik 2,49% menjadi Rp 7.200, BBNI melesat 2,13% menjadi Rp 6.000, saham BBRI menguat 2,08% menjadi Rp 6.125, dan saham BBCA menguat 1,29% menjadi Rp 9.850.
Terkait penguatan IHSG hari ini didukung sentimen positif pilpres berjalan kondusif dan aman serta peluang hanya satu putaran, sehingga menciptakan kepastian terhadap pasar saham.
Lompatan indeks didukung kenaikan mayoritas sektor saham, seperti saham sektor material dasar melesat 2,38%, sektor konsumer non primer menguat 2,08%, sektor keuangan 1,30%, sektor properti 1,38%, dan sektor infrastruktur 1,42%.
Baca Juga
Pasar Saham Respons Positif Pilpres Satu Putaran, IHSG Berpeluang Menuju Level Segini
Di tengah lonjakan IHSG, dua saham berikut cetak lompatan harga hingga auto reject atas (ARA) PT Humpuss Maritim Internasional Tbk (HUMI) naik Rp 18 (33,96%) menjadi Rp 71 dan PT PP (Persero) Tbk (PTPP) menguat Rp 110 (24,44%) menjadi Rp 560.
Penguatan juga melanda saham PT PP Presisi Tbk (PPRE) mencapai Rp 20 (25%) menjadi Rp 100, PT Satria Mega Kencana Tbk (SOTS) naik Rp 54 (25%) menjadi Rp 270, dan PT Sejahteraraya Anugrahjaya Tbk (SRAJ) menguat Rp 175 (23,81%) menjadi Rp 910.

