Saat IHSG Anjlok 1,37%, Investor Asing justru Agresif Net Buy Saham Rp 1,37 Triliun Dipimpin BMRI dan BUVA
JAKARTA, investortrust.id – Saat indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI), Selasa (24/2/2026), ditutup anjlok sebanyak 115,25 poin (1,37%) menjadi 8.280, pemodal asing justru merealisasikan pembelian bersih (net buy) jumbo sebanyak Rp 1,37 triliun di seluruh pasar.
Net buy terbanyak disumbangkan saham BMRI sebanyak Rp 592,58 miliar, BUVA senilai Rp 477,66 miliar, TLKM senilai Rp 212,80 miliar, ASII mencapai Rp 142,97 miliar, dan BBRI senilai Rp 115,72 miliar.
Baca Juga
Menteri PANRB Ungkap Seleksi CPNS 2026 Fokus pada Kompetensi dan Program Prioritas Prabowo
Sebaliknya lima saham dengan penjualan bersih (net sell) terbanyak melanda saham IMPC senilai Rp 141,20 milialr, BUMI mencapai Rp 102,27 miliar, BIPI senilai Rp 72,67 miliar, EMAS mencapai Rp 71,76 miliar, dan BBNI senilai Rp 56,14 miliar.
Terkait penurunan IHSG hari ini dipicu atas kejatuhan sejumlah sektor saham, seperti sektor energi jatuh 3,50%, sektor konsumer primer 3,15%, sektor properti 2,19%, sektor infrastruktur 2,29%, sektor industri 1,89%, dan sektor konsumer non primer 1,41%. Satu-satunya sektor saham naik adalah keuangan sebanyak 1,02%.
Kejatuhan indeks kali ini dipicu pelemahan signfikan sejumlah saham kapitalisasi pasar besar, seperti MORA, DSSA, RATU, PANI, RAJA, dan AMMN. Pelemahan juga dipicu kejatuhan sejumlah saham emiten yang dikendalikan Prajogo Pangestu dan Happy Hapsoro.
Baca Juga
Laba Bersih Allo Bank (BBHI) Tumbuh 23% Jadi Rp 574 Miliar di 2025
Meski IHSG ditutup melemah, beberapa saham berikut justru berhasil catatkan kenaikan hingga hingga auto reject atas (ARA), yaitu saham AIMS melesat 25% menjadi Rp 530, TFAS menguat 24,56% menjadi Rp 284, PPRE naik 24,32% menjadi Rp 276, dan MEGA naik 24% menjadi Rp 5.150. Meski tak ARA, saham ASHA melesat sebanyak 28,05% menjadi Rp 105 dan INCI menguat 17,11% menjadi Rp 890.
Kemarin, IHSG ditutup melesat sebanyak 124,31 poin (1,50%) menjadi 8.396,08 didukung dengan net buy saham oleh investor asing senilai Rp 1,14 triliun. Net buy terbanya disumbangkan saham BBRI senilai Rp 393,52 miliar, BMRI mencapai Rp 330,61 miliar, dan SUPA sebanyak Rp 139,58 miliar.

