Meski Net Sell Rp 493,62 Miliar, Asing Tetap Gencar Borong Saham BMRI dan BBNI
JAKARTA, investortrust.id – Pemodal asing berbalik mencatatkan penjualan bersih (net sell) saham senilai Rp 493,62 miliar, seiring dengan koreksi indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI), Senin (5/2/2024), sebanyak 40,16 poin (0,55%) menjadi 7.198,62.
Net sell terbanyak melanda sejumlah saham, yaitu saham PT Sumber Energi Andalan Tbk (ITMA) Rp 1,03 triliun, saham PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) Rp 123,08 miliar, PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) Rp 97,14 miliar, PT Astra International Tbk (ASII) Rp 85 miliar, dan PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) Rp 70,41 miliar.
Baca Juga
Sebaliknya lima saham dengan pembelian bersih (net buy) terbanyak melanda saham PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) Rp 727,33 miliar, PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI) Rp 131,20 miliar, PT Telkom Indonesia Tbk (TLKM) Rp 71,85 miliar, PT Semen Indonesia Tbk (SMGR) Rp 28,26 miliar, dan PT Adaro Energy Indonesia Tbk (ADRO) Rp 28,04 miliar.
Penurunan indeks dipengaruhi atas pelemahan beberapa sektor saham, seperti sektor material dasar 1,85%, sektor industri 1,06%, sektor teknologi 0,62%, sektor infrastruktur 0,51%, dan sektor consumer primer 0,60%. Sebaliknya penguatan hanya melanda saham sektor transportasi 0,17%.
Meski IHSG melemah, empat saham ini berhasil mencatatkan penguatan hingga auto reject atas (ARA) PT Chotose Internasional Tbk (CINT) naik Rp 51 (34,69% menjadi Rp 198, saham PT Golden Flower Tbk (POLU) naik Rp 100 (25%) menjadi Rp 500, saham PT Indointernet Tbk (EDGE) naik Rp 890 (24,79%) menjadi Rp 4.480, dan saham PT Maja Agung Latexdino Tbk (SURI) menguat Rp 135 (24,32%) menjadi Rp 690.
Baca Juga
Penguatan juga melanda saham PT Pulau Subur Tbk (PTPS) menguat Rp 44 (18,03%) menjadi Rp 288 dan PT DCI Indonesia Tbk (DCII) menguat Rp 3.575 (9,93%) menjadi Rp 39.575.
Sebaliknya lima saham ini catatkan penurunan paling dalam, yaitu saham PT Toba Pulp Lestari Tbk (INRU), PT Sentra Food Indonesia Tbk (FOOD), PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA), dan PT Sejahteraraya Anugrahjaya Tbk (SRAJ), dan PT Citra Tubindo Tbk (CTBN).

