Bos Telkom (TLKM) Beri Kisi-Kisi Pertumbuhan Laba Jelang Rilis Laporan Keuangan 2023
JAKARTA, investortrust.id – PT Telkom Indonesia Tbk (TLKM) menyampaikan kisi-kisi kinerja sepanjang tahun 2023, dengan kisaran pertumbuhan laba bersih sebesar 18% secara year on year (yoy) dibanding tahun 2022.
Direktur Utama PT Telkom Indonesia Tbk, Ririek Adriansyah, mengatakan, saat ini laporan keuangan konsolidasi Telkom tahun buku 2023 sedang dalam proses audit, dan baru akan dipublikasikan pada tanggal 22 Maret 2024.
Sebagai gambaran Ririek menyebut, Telkom mampu menjaga tren pertumbuhan kinerja di kuartal IV-2023, sehingga perolehan pertumbuhan laba bersih sebesar 18% di kuartal III-2023 diyakini terjaga hingga akhir tahun 2023.
“Pada kuartal pertama kita memang agak struggling, namun di kuartal kedua sudah mulai membaik, dan makin membaik di kuartal III-2023. Tren ini insyaallah terjaga pada kuartal IV-2023 dan kuartal I-2024,” urai Ririek dalam kesempatan buka puasa bersama Manajemen Telkom dengan pemimpin redaksi media massa nasional, termasuk Pemred investortrust.id, Primus Dorimulu, di Jakarta, Jumat (15/3).
Baca Juga
Telkom Perkirakan Satelit Merah Putih 2 Bisa Beroperasi Sebelum 1 April 2024
Mendukung pertumbuhan profitabilitas Telkom tahun 2023, Ririek menyampaikan semua lini bisnis Telkom memberikan kontribusi terhadap kinerja Perseroan, seperti bisnis enterprise, consumer (home broadband), Indihome yang terus tumbuh sejalan dengan pertumbuhan pelanggan.
Begitu pula dengan layanan mobile, Telkomsel yang dipastikan juga masih tumbuh, terutama dari bisnis data. “Kalau bisnis data Telkomsel kami perkirakan tumbuh di atas industri, sekitar 7%-9%,” ujarnya.
Sementara bisnis legacy yakni voice dan sms diakui Ririek dalam tren menurun seiring perkembangan teknilogi. Namun pada dua layanan tersebut masih menyumbang pendapatan sekitar 14% bagi Telkomsel. “Penurunan bisnis legacy ini sudah kami antisipasi, karena memang naturenya begitu,” imbuhnya.
Terkait penggabungan Indihome ke dalam Telkomsel sejak Juli 2023 lalu, diyakini Ririek merupakan langkah positif. Terbukti revenue Indihome mampu tumbuh 4,3% dengan EBITDA margin di atas 50% seperti halnya Telkomsel.
Baca Juga
Jangan Salah, Ternyata Ini Tujuan Evolusi dan Transformasi Bisnis Telkom (TLKM)
“Penggabungan indihome ke Telkomsel kami harap dapat memberikan pertumbuhan yang lebih besar lagi (terhadap dua layanan), kemudian dapat memberikan sinergi positif dari sisi investasi, karena bisa menjadi substitute satu sama lain, sehingga bisa membuat hal ini lebih complementary satu sama lain,” ujarnya.
Sementara dari sisi pelanggan, sejak dipegang Telkomsel, jumlah pelanggan baru Indihome meningkat lebih tinggi disbanding saat dipegang Telkom. Sebelumnya waktu terakhir masih dipegang Telkom, penambahan pelanggan baru sebanyak 150 ribu per quarter, sedangkan sejak dipegang Telkomesl meningkat di atas 200 ribu per quarter.
Selanjutnya bisnis tower Telkom yang dijalankan oleh anak usahanya, Mitratel dikatakan Ririek juga tumbuh sangat sehat. Bahkan memposisikan diri sebagai perusahaan tower terbesar di Asia Tenggara, dengan jumlah tower yang dimiliki mencapai 37.000 unit.
“Belakangan tenansi rasio Mitratel disebut lebih rendah dari pesaing, yaitu sekitar 1,5 kali, sementara pesaing bisa sekitar 1,7 atau 1,8 kali, namun secara margin kita lebih tinggi, sekitar 81% di EBITDA margin dan di net income (Mitratel) juga sangat sehat,” imbuhnya.
HIngga kuartal III-2023, Mitratel mencatat pendapatan Rp 6,27 triliun, tumbuh 11,9% yoy, dan hingga akhir tahun 2023 pendapatan Mitratel diperkirakan mampu tetap tumbuh 11%. Pertumbuhan dua digit diyakini Ririek juga akan terlihat pada posisi bottom line anak usaha Telkom yang memiliki kode saham MTEL tersebut di sepanjang 2023.
Selain lini bisnis tersebut, untuk ke depan, Telkom menyebut bisnis data center juga akan masuk menjadi revenue contributor Perseroan. Begitu juga layanan satelit dengan target penggunaan kapasitas terpakai sebesar 40%-45% tahun 2024 ini.
Sebelumnya, Telkom telah mempublikasikan kinerja per 30 September 2023 dengan membukukan pendapatan konsolidasi sebesar Rp 111,2 triliun atau tumbuh positif 2,2% YoY, yang dikontribusi kinerja bisnis Data, Internet & IT Services dan IndiHome dengan pertumbuhan masing-masing sebesar 4,8% dan 4,3% dari periode yang sama tahun lalu.
EBITDA (Laba sebelum Bunga, Pajak, Depresiasi, dan Amortisasi) perseroan tercatat sebesar Rp 59,1 triliun, dengan EBITDA Margin 53,1%, tumbuh cukup baik dari 52,2% pada semester I-2023.
Perseroan juga membukukan laba bersih Rp 19,5 triliun dengan pertumbuhan double digit sebesar 17,6% YoY. Biaya pemasaran perseroan mengalami penurunan sebesar 6,9% YoY menjadi Rp 2,6 triliun disebabkan strategi dan sasaran target promosi yang efektif.

