772 Rilis Laporan Keuangan Kuartal II-2024, Pendapatan dan Laba Naik atau Turun?
JAKARTA, investortrust.id – Pendapatan emiten yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) mencatatkan pertumbuhan sebanyak 4,02% sebanyak Rp 88,5 triliun pada kuartal II-2024. Pertumbuhan tersebut dihitung dari 772 perusahaan dari 934 emiten yang telah melaporan kinerja keuangan ke Otoritas Jasa Keuangan (OJK).
Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan Derivatif, dan Bursa Karbon OJK Inarno Djajadi mengatakan, tiga sektor dengan pertumbuhan paling pesat disumbangkan saham sektor healthcare naik 11,77%, sektor finansial naik 9,74%, serta sektor properti dan real estate naik sebesar 6,33%.
Baca Juga
Dua Sekuritas Ini Pertahankan Beli Saham Adi Sarana (ASSA), Begini Faktor Pendorongnya
Sedangkan berdasarkan kontribusi terhadap total pendapatan datang dari tiga sektor, yaitu sektor finansial 44,2% atau Rp 39,1 triliun dari total pertumbuhan pendapatan. Kemudian, sektor consumer non cyclical 27,75% atau senilai Rp 24,52 triliun dan sektor consumer cyclical sebesar 11,41% atau Rp 10,10 triliun.
OJK juga mencatat pertumbuhan laba bersih perusahaan tercatat pada kuartal II 2024 mencapai 3,43% atau naik senilai Rp 8,91 triliun, dibandingkan dengan kuartal II tahun sebelumnya.Dari 11 sektor yang ada di bursa terdapat lima sektor yang secara agregat mengalami peningkatan profitabilitas, yaitu sektor finansial, sektor basic material, sektor healthcare, sektor consumer non cyclical, consumer cyclical, dan juga sektor infrastruktur. Kemudian, sektor teknologi secara agregat mengalami penurunan kerugian.
Baca Juga
Gelar RUPSLB, Sari Roti (ROTI) Resmi Kantongi Restu Buyback Rp 1.700 per Saham
“Kemudian sektor dengan penurunan profitabilitas, yaitu sektor energi, sektor industrial, sektor transportasi dan logistik sektor properti dan real estate, dan sektor consumer non-cyclical,” papar Inarno.
Grafik IHSG

