Telkom (TLKM) Rilis Penurunan Laba Atribusi Kuartal I-2024 Sebanyak 5,77%, Sahamnya malah Berbalik Rebound
JAKARTA, investortrust.id – PT Telkom Indonesia Tbk (TLKM) merilis laporan kinerja keungan kuartal I-2024 dengan hasil penurunan laba berish atribusi. Meski turun, rilis laporan keuangan tersebut langsung disambut positif pasar dengan penguatan harga saham TLKM di Bursa Efek Indonesia (BEI).
Manajemen TLKM dalam rilis laporan kinerja keuangan kuartal I-2024 menyebutkan bahwa total laba periode berjalan yang dapat diatribusikan perseroan turun sebanyak 5,77% dari Rp 6,42 triliun menjadi Rp 6,05 triliun.
Baca Juga
Laba Melesat 18,3%, Harga Telkom (TLKM) Tergerus 19,64%, Kenapa?
Penurunan laba tersebut berbanding terbalik dengan total pendapatan yang justru naik dari Rp 36,09 triliun menjadi Rp 37,42 triliun. Sedangkan biaya dan beban menunjukkan peningkatan yang berimbas terhadap penurunan laba usaha perseroan dari Rp 11,43 triliun menjadi Rp 11 triliun.
Perseroan juga mencatatkan kenaikan biaya pendapaan dari Rp 1,07 triliun menjadi Rp 1,19 triliun. Sedangkan penghasilan pendanaan naik dari Rp 239 miliar menjadi Rp 335 miliar. Alhasil laba periode berjalan perseroan turun dari Rp 8,44 triliun menjadi Rp 7,82 triliun.
Baca Juga
Hingga akhir Maret 2024, Telkom (TLKM) mencatatkan kas dan setara kas akhir periode senilai Rp 29,52 triliun atau turun dari periode sama tahun sebelumnya Rp 29,93 triliun.
Total aset perseroan tercatat naik menjadi Rp 288,03 triliun hingga akhir Maret 2024, dibandingkan akhir Maret 2023 bernilai Rp 287,04 triliun. Total liabilitas turun dari Rp 130,48 triliun menjadi Rp 123,62 triliun.
Saham Rebound
Data BEI menyebutkan harga saham TLKM berbalik rebound dengan kenaikan Rp 40 (1,25%) menjadi Rp 3.240 pada perdagangan intrday sesi II. Padahal, saham operator telekomunikasi terbesar ini bergerak di zona merah sepanjang sesi I dengan level terendahnya mencapai Rp 3.110.
Baca Juga
Fundamental Tak Berubah, Penurunan Saham Telkom (TLKM) Kesempatan ‘Buy’
Pada perdagangan saham intraday sesi I, saham TLKM sempat turun Rp 50 (1,56%) menjadi Rp 3.150. Harga tersebut terpangkas 19,64% dibandingkan harga penutupan akhir 2023, (28/12/2023), bertengger di level Rp 3.920.
Koreksi saham TLKM berbanding terbalik dengan pesaingnya yang justru menguat year to date (ytd). Di antaranya, saham PT Indosat Tbk (ISAT) naik dari level penutupan akhir 2023 Rp 9.375 menjadi Rp 10.325 pada perdagangan intrday hari ini. Begitu juga dengan saham PT XL Axiata Tbk (EXCL) naik dari Rp 1.970 ke level Rp 2.180.
