IHSG Dibuka Stagnan Level 8.275, Sasham FPNI hingga POLU Melesat
JAKARTA, investortrust.id – Indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI), Selasa (4/11/2025), dibuka menguat tipis 0,87 poin (0,01%) menjadi 8.275. Pergerkaan stagnan tersebut mengikuti gerah saham bursa saham regional pagi ini.
Pergerakan sejalan dengan kenaikan tipis sahams ektor konsumer non primer, energi, konsumer non primer. Sebaliknya penurunan di awal transaksi melanda saham sektor industry, material dasar, kesehatan hingga property.
Baca Juga
Meski bergerak cenderung stagnan, saham FPNI dibuka melesat 25% menjadi Rp 320, TRUK naik 19,05% menjadi Rp 350, KICI naik 11,54% menjadi Rp 290, ATIC menguat 10,40% menjadi Rp 690, dan POLU naik 9,09% menjadi Rp 28.500.
Kemarin, IHSG ditutup melesat sebanyak 111,2 poin (1,36%) menjadi 8.275,08 dengan investor asing membukukan pembelian bersih (net buy) saham senilai Rp 1,03 triliun. Terbanyak saham BBCA Rp 444,97 miliar, PTRO Rp 161,26 miliar, dan BBRI Rp 151,62 miliar.
Baca Juga
IHSG Cetak Rekor Tertinggi Kemarin, Tren Penguatan Diprediksi Berlanjut hingga Akhir Tahun
Kenaikan indeks kemarin ditopang penguatan saham sektor konsumer primer penyumbang utama sebanyak 2,18%. Selanjutnya sektor infrastruktur 1,76%, sektor transportasi naik 1,93%, sektor energi naik 1,36%, dan sektor material dasar 1,23%. Sebaliknya penurunan melanda saham sektor property dan teknologi.
Di tengah lompatan IHSG, sejumlah saham berikut torehkan kenaikan harga hingga auto reject atas (ARA), yaitu saham KICI melesat 34,72% menjadi Rp 260, UVCR naik 33,78% menjadi Rp 99, RANC menguat 25% menjadi Rp 1.000, ATIC naik 25% menjadi Rp 625, FPNI naik 24,27% menjadi Rp 256, dan POLU menguat 19,98% menjadi Rp 26.125. Meski tak ARA, saham KIOS melambung 22,54% menjadi Rp 87 dan TIRA naik 22,44% menjadi Rp 1.555.

