Saat Harga Sasham DEWA Melesat, Investor Ini justru Lepas Saham Rp 153,17 Miliar
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id – PT Madhani Talatah Nusantara melepas sebanyak 2,04 miliar atau setara dengan 5,02% saham PT Darma Henwa Tbk (DEWA). Nilai transaksinya mencapai Rp 153,17 miliar atau harga jual saham tersebut jauh di bawah harga pasar.
Manajemen DEWA dalam penjelasan resminya di Bursa Efek Indonesia (BEI), Senin (22/9/2025), menyebutkan bahwa Madhani Talatah menjual 2,04 miliar saham DEWA dengan harga pelaksanaan Rp 75 per saham pada 17 September 2025. Harga jual tersebut jauh di bawah harga penutupan saham DEWA hari tersebut bernilai Rp 222 per saham.
Baca Juga
Sahamnya Terbang 505%, Ternyata Investor Ini Negosiasi Akuisisi 80% Saham AMMS
Sebelum transaksi, Madhani Talatah Nusantara menggenggam sebanyak 5,32 miliar atau 13,09% saham DEWA. Namun setelah divestasi tersebut, jumlah kepemilikan berkurang menjadi 3,28 miliar saham atau sekitar 8,07% dari total saham yang beredar. “Tujuan dari transaksi ini adalah divestasi saham dengan status kepemilikan saham tercatat langsung,” tulisnya.
Saham DEWA catatkan lomptan harga sebanyak 11,21% menjadi Rp 238 pada penutupan perdagangan saham di Bursa Efek Indonesia (BEI), Senin (22/9/2025). Sedangkan kenaikan sepanjang year to date (ytd) telah lebih dari 101%.
Terkait target harga saham DEWA, sejumlah sekuritas sebelumnya memberikan pandangan positif terhadap prospek kinerja keuangan dana saham emiten tersebut. Sucor Sekuritas mempertahankan rekomendasi beli saham DEWA dengan target harga Rp 350. Penopang utama adalah keberhasilan DEWA bertransformasi dari model subkontraktor menjadi kontraktor tambang terintegrasi, serta potensi margin operasi yang meningkat menjadi 20% di 2027.
Baca Juga
Saat IHSG Ditutup Turun Tipis 0,14%, Saham ARA Bertaburan Dipimpin SAFE hingga JARR
Sucor Sekuritas memperkirakan prospek pertumbuhan kinerja keuangan dan saham DEWA sangat atraktif ke depan. Perseroan juga didukung neraca keuangan sehat, akses pendanaan yang kuat, serta kemungkinan kontrak afiliasi yang lebih besar. Hal ini membuat saham DEWA menjadi undervalued dengan potensi rerating signifikan ke depan.
Sedangkan BRI Danareksa Sekuritas dalam risetnya beberapa waktu lalu mempertahankan rekomendasi beli saham DEWA dengan target harga Rp 300. Target tersebut menggambarkan keberhasilan DEWA dalam bertransformasi secara besar-besaran terkait operasionalnya sejak 2024 yang diharapkan mendorong lonjakan kinerja keuangan selama 2025–2027. Laba bersih DEWA diproyeksikan tumbuh pesat dengan rata-rata tahunan (CAGR) 54% periode 2025-2027.

