Laba Bundamedik (BMHS) Kuartal III Naik Meski Pendapatan Turun, Ini Penjelasan Manajemen
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id – PT Bundamedik Tbk atau Bundamedik Healthcare System (BMHS) mencetak kenaikan laba bersih 3,84% (yoy) menjadi Rp 12,24 miliar pada kuartal III-2025. Sementara, pendapatan perusahaan turun tipis dari Rp 1,25 triliun menjadi Rp 1,15 triliun dalam perbandingan periode yang sama.
Direktur Keuangan Bundamedik Cuncun Wijaya mengatakan, sejatinya pendapatan bersih perseroan dalam sembilan bulan pertama tahun ini hampir mirip dengan periode sama tahun lalu. Namun kinerja sejak awal tahun secara konsolidasi, lebih didongkrak perolehan kuartal III-2025 atau periode Juli-September.
Pendapatan selama kuartal ketiga saja, naik 5% (QoQ) menjadi Rp 397 miliar dengan laba bersih Rp 8,34 miliar atau naik 213% (QoQ).
“Di kuartal ketiga kami launching begitu banyak (layanan), baik itu mastektomi, laparoskopi, transplantasi, dan penggunaan robotiknya pun sudah sampai 800 tindakan kalau dihitung pengalaman kami,” jelas Cuncun di BMHS Diagnos Tower, Jakarta, Jumat (31/10/2025).
Dia menegaskan, kenaikan laba dibanding pendapatan, berasal dari keberagaman layanan yang diberikan rumah sakit. Pelayanan yang lebih rumit (complicated) disebut-sebut memberikan margin keuntungan yang lebih besar dibandingkan pelayanan sederhana.
“Contohnya laparoskopi, roboting, itu lebih tinggi dibanding sesar yang biasa,” imbuhnya.
Manajemen pun bermaksud memperkenalkan keahlian di bidang kesehatan ibu dan anak (center of excellence women & children), hingga pelayanan turunannya, termasuk bedah anak.
Baca Juga
Bundamedik (BMHS) Ekspansi Bisnis, Luncurkan Klinik Pertama di Transport Hub Jakarta
“Ada pula peran efisiensi operasional maupun di level cost-based pelayanan (dalam kenaikan laba),” sambung Cuncun.
Direktur Utama Bundamedik Agus Heru Darjono menambahkan, sinergi ekosistem BMHS mencakup layanan rumah sakit, fertilitas, dan diagnostik menghasilkan kontribusi kuat dari seluruh lini bisnis.
“Penguatan kinerja selama kuartal III 2025 menunjukkan strategi kami dalam membangun ekosistem kesehatan yang terintegrasi berjalan efektif. Setiap entitas di dalam grup, mulai dari rumah sakit, klinik, laboratorium, hingga layanan fertilitas, berkontribusi sinergis dalam pertumbuhan ekosistem yang berkelanjutan,” menurut Agus.
Kinerja rumah sakit menjadi pendorong pertumbuhan BMHS, dengan pertumbuhan volume pasien rawat inap, rawat jalan, serta pemeriksaan laboratorium yang tetap solid dibanding kuartal sebelumnya.
Di lini fertilitas, Morula IVF Indonesia melanjutkan momentum positif pada kuartal III 2025 dengan kenaikan fresh cycle sebesar 11% (QoQ), ditopang kampanye Hari Ulang Tahun Morula IVF Indonesia ke-27 dan tingginya keterlibatan pasien melalui berbagai inisiatif pemasaran.
Sementara itu, Diagnos Laboratorium Utama Tbk turut memperkuat kontribusinya dengan pertumbuhan volume tes sebesar 12% (yoy) pada kuartal III-2025, seiring dengan sinergi lintas entitas dalam ekosistem BMHS.
Didukung 193 dokter spesialis dan subspesialis di berbagai Centers of Excellence (CoE) Ibu dan Anak, layanan ini tetap menjadi fondasi utama pertumbuhan BMHS dengan kontribusi 51% terhadap total pendapatan rumah sakit selama Januari-September 2025. Jumlah ini meningkat dari 48% pada periode sama tahun sebelumnya.
Perseroan juga memiliki fasilitas seperti Neonatal Intensive Care Unit (NICU) dengan kapasitas 31 tempat tidur, dan rerata dapat melayani 250-300 bayi berisiko tinggi per tahun.

