Laba Bersih Bundamedik (BMHS) Meroket 157% Jadi Rp 10,96 Miliar di Semester I-2024
JAKARTA, investortrust.id – Laba bersih PT Bundamedik Tbk (BMHS) pada semester I-2024 meroket 157,37% (yoy) menjadi Rp 10,96 miliar. Sedangkan pada periode sama tahun lalu, perseroan mencetak laba periode berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar Rp 4,25 miliar.
Pertumbuhan laba perseroan turut didukung kenaikan pendapatan secara konsolidasi sebesar 9% (yoy) pada paruh pertama tahun ini. Presiden Direktur Bundamedik Agus Heru Darjono mengatakan, pertumbuhan kinerja keuangan tercermin dari peningkatan jumlah pasien di rumah sakit.
“Terdiri dari pasien rawat jalan meningkat 17% (yoy), pasien rawat inap meningkat 38% (yoy), dan tindakan meningkat 11% (yoy),” jelas Agus yang dikutip pada Kamis (15/8/2024).
Dia menambahkan, peningkatan pendapatan turut tergambar secara konsisten di kategori OBGYN dan spesialis anak (pediatric). Ada pula peningkatan penanganan di spesialisasi luar itu, seperti penyakit dalam, neurologi, THT, onkologi hingga ortopedi.
Baca Juga
Laba Rumah Sakit Bunda (BMHS) Melorot 91% Jadi Rp 7,46 Miliar Tahun 2023
“Seluruh inisiatif holistik bagi keluarga Indonesia tampak juga dalam peningkatan metrik operasional yang menghasilkan pertumbuhan pendapatan di semua unit bisnis BMHS,” sambung Agus.
Lebih rinci, pertumbuhan dimaksud, meliputi pendapatan rumah sakit yang bertambah 8% (yoy), Morula IVF Indonesia meningkat 4% (yoy), Diagnos meningkat 14% (yoy).
PT Diagnos Laboratorium Utama Tbk (Diagnos) adalah anak usaha bisnis dari BMHS yang berfokus pada layanan laboratorium dan genomik. Layanan tes genomik, yang kini menjadi salah satu tren kesehatan di Indonesia, mencatat kenaikan jumlah pengujian lab sebesar 30% (yoy).
Neraca konsolidasi BMHS Group juga diperkuat dengan kemitraan strategis antara Morula IVF Indonesia, anak usaha BMHS yang memberi layanan teknologi reproduksi berbantu, dengan Jinxin Fertility Group Limited.
Baca Juga
Harga Emas Antam Turun Rp 5.000, Parkir di Rp 1.414.000 per Gram
“Kerja sama ini ditujukan untuk menggali potensi besar IVF (In Vitro Fertilization) di Indonesia dan Asia Tenggara,” jelas manajemen.
Selain itu, jaringan Rumah Sakit Bunda Group juga terus melakukan ekspansi pusat layanan kesehatan, guna memperkuat ekosistem layanan kesehatan keluarga.
“Sebagai Holistic Family Care, kami berkomitmen memperkuat posisi BMHS sebagai ekosistem penyedia layanan kesehatan terkemuka dan holistik. Tidak hanya diperuntukkan bagi ibu dan anak, namun bagi seluruh anggota keluarga,” tegas Agus.
Berbekal tren pertumbuhan yang diraih perusahaan, manajemen optimistis dalam memperkuat ekosistem layanan kesehatan, sekaligus mempertahankan pertumbuhan positif yang berkelanjutan di sepanjang 2024.
“Optimisme itu didukung dengan jajaran manajemen, dokter dan tenaga kesehatan yang profesional dan kompeten, inovasi teknologi medis modern hingga ekspansi pusat layanan kesehatan unggulan,” tutup Agus. (CR-10)
Grafik Harga Saham BMHS secara Ytd:

