Seluruh Unit Bisnis Tumbuh, Bundamedik (BMHS) Raup Pendapatan dan Laba Segini
JAKARTA, investortrust.id – PT Bundamedik Tbk (BMHS) atau Bundamedik Healthcare System mempertahankan pertumbuhan pendapatan sebanyak 7% menjadi Rp 414 miliar hingga kuartal I-2024, dibandingkan periode sama tahun sebelumnya Rp 385,43 miliar. Sedangkan EBITDA tumbuh mencapai 17%.
Pertumbuhan tersebut menopang kenaikan laba sebelum pajak perseroan dari Rp 18,69 miliar menjadi Rp 22,67 miliar. Begitu juga dengan laba periode berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk meningkat dari Rp 9,95 miliar menjadi Rp 10,86 miliar.
Baca Juga
Laba Rumah Sakit Bunda (BMHS) Melorot 91% Jadi Rp 7,46 Miliar Tahun 2023
“Pertumbuhan kinerja awal tahun ini menjadi pijakan perusahaan guna merealisasikan sejumlah inisiatif kunci untuk memperkuat ekosistem layanan kesehatan yang holistik. Saat ini, kami focus untuk tumbuh berkelanjutan di seluruh ekosistem Grup BMHS akan terus berjalan,” ujar Komisaris Utama PT Bundamedik Tbk Ivan Rizal Sini dalam keterangan resmi yang diterima Jumat (3/5/2024).
Pergerakan Saham BMHS Ytd
Dia memaparkan, pertumbuhan kinerja tersebut didorong peningkatan kinerja seluruh segmen bisnis Grup BMHS, seperti unit bisnis Rumah Sakit Bunda Group, Morula Indonesia (Morula), dan Diagnos Laboratorium (Diagnos).
Jaringan Rumah Sakit Bunda Group mencatat kenaikan jumlah pasien rawat jalan sebesar 18% yoy dan pasien rawat inap sebesar 39% yoy. Tahun ini, BMHS juga akan tetap konsisten pada penguatan dan ekspansi pusat layanan kesehatan unggulan.
Baca Juga
Serap Capex Rp 125 Miliar, Bundamedik (BMHS) Ungkap Investasi Ini
Sedangkan Diagnos, anak usaha bisnis dari Grup BMHS yang berfokus pada layanan laboratorium, mencatat kenaikan jumlah pengujian lab non-COVID sebesar 43% yoy. Sementara itu, Morula yang bergerak dalam layanan In Vitro Fertilization (IVF) tumbuh menjanjikan dengan kenaikan IVF Cycle sebesar 10% yoy.
“Melalui rangkaian strategi dan transformasi menyeluruh, ekosistem Grup BMHS berkomitmen untuk terus berkembang seiring perubahan kebutuhan layanan kesehatan masyarakat Indonesia dari masa ke masa,” terangnya.

