Harga Melesat hingga Diserbu Investor Asing, BBCA kembali Perkasa di BEI
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id – Harga saham PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) berhasil catatkan penguatan signifikan pada perdagangan Selasa (21/10/2025) dan menjadi penopang utama penguatan indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI). Katalis positif datang dari kinerja keuangan konsolidasi September 2025 yang tumbuh positif bersamaan dengan aksi borong pemodal asing dengan nilai jumbo.
Berdasarkan data BEI, saham BBCA melesat sebanyak 7,62% ke Rp 8.475. Nilai transaksi tembus Rp 4,4 triliun. Pemodal asing juga melakukan beli bersih saham BBCA mencapai Rp 1,3 triliun dan menjadi saham paling banyak dibeli oleh asing di BEI kemarin. Bahkan, net buy saham bank dengan market cap terbesar ini telah lebih dari Rp 2,1 triliun dalam dua hari terakhir.
Baca Juga
Sehari sebelumnya atau Senin (20/11/2025), harga saham BBCA telah menguat 5% menjadi Rp 7.875 dengan nilai transaksi tembus Rp 3,1 triliun dengan pembelian beli bersih oleh pemodal asing sebesar Rp 894 miliar. Dengan demikian, penguatan harga saham BBCA mencapai 14,53% dalam dua hari terakhir dan dalam lima hari perdagangan lebih dari 16%. Kenaikan ini jauh di atas saham bank KBMI IV lainnya, seperti BBNI hanya 6,58%, BMRI mencapai 6,36%, dan BBRI sebanyak 5,92%
Kenaikan harga saham bersamaan dengan net buy jumbo tersebut terdorong rilis kinerja keuangan konsolidasi periode sembilan bulan tahun 2025. Laba bersih konsolidasi BBCA tembus Rp 43,4 triliun atau tumbuh 5,7% year on year (yoy). Kenaikan juga didukung aksi buyback saham dengan anggaran Rp 5 triliun untuk tiga bulan ke depan.
Kenaikan laba bersih ditopang oleh pendapatan usaha yang naik 6,9% yoy mencapai Rp85,2 triliun. Pendapatan bunga BBCA naik 5,2% yoy mencapai Rp63,9 triliun sementara pendapatan non-bunga melonjak 12,4% yoy menjadi Rp21,4 triliun.
Laba usaha sebelum pencadangan (pre-provision operating profit/PPOP) naik 7,9% yoy mencapai Rp57,3 triliun. Hal ini diakibatkan karena kenaikan beban usaha yang lebih minim dibandingkan pendapatan. Beban usaha BBCA naik 5,0% yoy menjadi Rp28 triliun.
Baca Juga
Meski ada kenaikan dari sisi pencadangan, tetapi kinerja BBCA yang solid masih sesuai dengan ekspektasi pelaku pasar. Kenaikan pencadangan tersebut dianggap oleh analis sebagai suatu langkah proaktif yang justru positif di tengah kondisi makro yang menantang seperti sekarang ini.
Salah satu yang disoroti analis terkait kinerja BBCA terbaru adalah posisi dana murah atau CASA yang tinggi sehingga membantu mendongkrak profitabilitas BBCA. Hal ini disampaikan langsung oleh analis Samuel Sekuritas Prasetya Gunadi dalam laporan risetnya.
“Dana murah (CASA) terus menunjukkan kinerja positif dengan pertumbuhan +9,1% YoY, mendorong rasio CASA mencapai 83,8%. Sementara itu, biaya kredit (CoC) pada kuartal ini sedikit meningkat menjadi 0,6% (vs. 0,5% di 2Q25), seiring langkah bank yang terus memperkuat pencadangan di tengah penurunan kualitas aset pada segmen kredit konsumsi dan otomotif,” tulis manajemen BBCA.
Target Saham
Sementara analis KB Valbury Sekuritas Akhmad Nurcahyadi juga menggarisbawahi bahwa kinerja keuangan BBCA masih sesuai dengan pedoman yang disampaikan oleh manajemen terutama dari sisi penyaluran kredit. Selain itu Akhmad juga memberikan apresiasi atas capaian BBCA yang mampu mempertahankan NIM di tengah kondisi biaya dana dan likuiditas perbankan saat ini.
Baca Juga
BCA (BBCA) Siapkan Dana Rp 5 Triliun untuk Buyback Saham, Berlaku hingga Januari 2026
Begitu juga dengan analis BRI Danareksa Sekuritas dalam riset terbarunya juga menyoroti fokus manajemen mengarahkan fokus pada ekspansi kredit, optimalisasi dana murah, serta penguatan pendapatan berbasis biaya dan kualitas aset guna menjaga profitabilitas di tengah kondisi suku bunga yang rendah.
Melihat kinerja keuangan BBCA yang positif di sepanjang tahun sampai September 2025, ketiga analis tersebut memprediksi bahwa bank dengan nilai kapitalisasi pasar terbesar di BEI tersebut dapat mengantongi laba bersih setidaknya Rp 57 triliun di tahun 2025.
Ketiganya juga memberikan rekomendasi beli atas saham BBCA. Samuel Sekuritas mematok target harga untuk BBCA di Rp 9.600. KB Valbury Sekuritas memberikan target harga di Rp 11.080 sedangkan BRI Danareksa Sekuritas dengan target harga Rp 11.200.

