Harga Melesat hingga Diborong Investor Asing , Begini Target Saham BCA (BBCA)
JAKARTA, investortrust.id–Pemodal asing agresif memborong saham PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) sepanjang perdagangan saham di Bursa Efek Indonesia (BEI), Selasa (23/4/2024). Bahkan, pembelian bersih (net buy) saham ini mencapai Rp 459,59 miliar. Angka tersebut berbanding terbalik dengan net sell BBCA kemarin mencapai Rp 612,10 miliar dan net sell sepanjang pekan lalu Rp 1,39 triliun.
Selain diborong asing, saham dengan kapitalisasi pasar terbesar di BEI ini mencatatkan lonjakan harga. Berdasarkan data BEI, saham BBCA ditutup melesat Rp 375 (4,01%) menjadi Rp 9.725. Lompatan harga saham tersebut didukung kinerja keuangan perseroan yang kuat sepanjang kuartal I2024, yaitu pertumbuhan laba bersih sebanyak 12% menjadi Rp 12,9 triliun hingga Maret 2024.
Baca Juga
Kualitas Aset dan Permodalan Bank Nasional Kuat, Saham BBCA, BBRI, BMRI, BBNI, dan BRIS Menarik!
BBCA satu-satunya saham dari empat bank terbesar dengan penguatan harga tertinggi sepanjang hari ini. Sedangkan tiga saham bank lainnya bergerak bervariasi, PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) naik Rp 100 (1,49%) menjadi Rp 6.825, saham PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) ditutup stagnan Rp 5.300. Sebaliknya saham PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI) ditutup melemah Rp 100 (1,87%) menjadi Rp 5.250.
Sementara itu, tim riset BRI Danareksa Sekuritas dalam riset yang dipublikasikan hari inii mempertahankan rekomendasi beli saham BBCA dengan target harga Rp 11.300. Saham BBCA tetap menjadi pilihan tertas untuk saham emiten sektor perbankan.
Rekomendasi dan target harga tersebut juga didukung atas keberhasilan perseroan mencatatkan pertumbuhan laba bersih sebanyak 12% menjadi Rp 12,9 triliun hingga Maret 2024. Laba tersebut merefleksikan pertumbuhan kredit yang kuat, penurunan biaya provisi, dan NIM yang stabil.
Baca Juga
“Perseroan berhasil mempertahankan NIM tetap stabil mencapai 6,3% pada kuartal I-2024 didukung keberhasilan manajemen mengelola pendapatan bunga dan biaya,” tulisnya riset tersebut.
Selain menunjukkan NIM yang stabil, BBCA berhasil mencetak pertumbuhan kredit sebanyak 17% pada kuartal I-2024, dibandingkan periode sama tahun sebelumnya. Lompatan kredit didukung peningkatan permintaan kredit dari segmen korporasi dengan pertumbuhan 22%, sedangkan pertumbuhan kredit komersial hanya 9% atau paling rendah.
Rilis kinerja keuangan kuartal I-2024, terang BRI Danareksa Sekuritas, juga menggambarkan keberhasilan perseroan menjaga kualitas aset tetap baik dengan rasio NPL mencapai 1,9%, rasio LAR membaik menjadi 6,3%. Begitu juga dengan biaya kredit terkelola dengan baik mencapai 0,5%, walaupun meningkat dari perkiraan 30-40 bps.

