Investor Asing Akhirnya Net Buy Rp 1,04 Triliun, Saham BBCA hingga AMMN kembali Diburu
JAKARTA, investortrust.id – Investor asing akhirnya mencatatkan pembelian bersih (net buy) jumbo Rp 1,04 triliun, seiring dengan kenaikan indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI), Senin (15/9/2025), sebanyak 83,06 poin (1,06%) menjadi 7.937,12.
Net buy terbanyak melanda saham PT Bumi Resources Indonesia Tbk (BRMS) Rp 308,34 miliar, PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) Rp 218,70 miliar, PT Telkom Indonesia Tbk (TLKM) Rp 163,67 miliar, PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN) Rp 89,50 miliar, dan PT Nusantara Sawit Sejahtera Tbk (NSSS) Rp 61,47 miliar.
Baca Juga
Menhub Dudy: Merger Pelita Air-Garuda Indonesia (GIAA) Tunggu Keputusan Pertamina
Sebaliknya penjualan bersih (net sell) melanda saham PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI) Rp 90,06 miliar, PT Unilever Indonesia Tbk (UNVR) Rp 49,51 miliar, PT Astra International Tbk (ASII) Rp 44,67 miliar, PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) Rp 41,58 miliar, dan PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGAS) Rp 27,40 miliar.
Penguatan ini sejalan dengan penguatan mayoritas sektor saham, seperti sektor konsumer primer 2,39%, sektor infrastruktur 2,34%, sektor teknologi 2,20%, sektor energi 2,11%, sektor properti 1,61%, sektor material dasar 1,53%, sektor industri 1,37%. Sebaliknya penurunan hanya melanda saham sektor kesehata 0,26%.
Di tengah penguatan indeks tersebut, sejumlah saham ini melesat hingga auto reject atas (ARA), yaitu saham PT Repower Asia Indonesia Tbk (REAL) naik 34,85% menjadi Rp 89, PT Buana Lintas Lautan Tbk (BULL) menguat 34,57% menjadi Rp 218, PT Tanah Laut Tbk (INDX) naik 34,04% menjadi Rp 124, dan PT Maja Agung Latexdindo Tbk (SURI) naik 34,82% menjadi Rp 151.
ARA juga melanda saham PT Dwi Guna Laksana Tbk (DWGL) naik 25% menjadi Rp 300, PT Satria Mega Kencana Tbk (SOTS) naik 24,86% menjadi Rp 432, PT Guna Timur Raya Tbk (TRUK) naik 24,82% menjadi Rp 352, PT Geoprima Solusi Tbk (GPSO) naik 24,46% menjadi Rp 346, dan PT Merry Riana Edukasi Tbk (MERI) naik 24,32% menjadi Rp 276.
Baca Juga
Rupiah Ditutup Melemah di Sesi Penutupan Senin 19 September 2025
Sebaliknya saham dengan penurunan paling signifikan hari ini melanda saham VOKS turun 10,70% menjadi Rp 334, AMMS melemah 9,38% menjadi Rp 232, MPXL melemah 8,95% menjadi Rp 173, PACK melemah 7,52% menjadi Rp 2.090, dan NICK turun 7,04% menjadi Rp 1.255.
Sementara itu, IHSG akhir pekan lalu ditutup melesat sebanyak 106,16 poin (1,37%) menjadi 7.854,06 dengan nilai transaksi Rp 14,30 triliun. Investor asing mencatatkan pembelian bersih (net buy) saham di pasar reguler mencapai Rp 685,88 miliar degangan pembelian terbanyak BBRI Rp 300,23 miliar, BBCA Rp 117,04 miliar, dan BRMS Rp 71,79 miliar.
Kenaikan tersebut ditopang penguatan seluruh sektor saham sektor material dasar 2,54%, sektor energi 1,57%, sektor keuangan 1,26%, sektor teknologi 1,61%, sektor konsumer primer 0,82%, dan sektor properti 0,76%. Penguatan indeks juga ditopang sentimen direalisasikannya penempatan dana pemerintah Rp 200 triliun ke lima bank BUMN.
Sejalan dengan kenaikan tersebut, beberapa saham berikut cetak kenaikan hingga auto reject atas (ARA), yaitu saham PGLI naik 34,76% menjadi Rp 252, BSBK naik 34,85% menjadi Rp 89, dan MPXL naik 34,75% menjadi Rp 190. ARA juga melanda saham FITT naik 24,63% menjadi Rp 835, UANG naik 24,47% menjadi Rp 2.060, KBLV naik 24,59% menjadi Rp 304, dan SOTS naik 24,46% menjadi Rp 346.

