Asing Net Buy Rp 1,3 Triliun, Saham BMRI, BBCA, dan BBRI Paling Diburu
JAKARTA, investortrust.id – Pemodal asing cetak pembelian bersih (net buy) saham bernilai jumbo hingga Rp 1,3 trilun, seiring lompatan indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI), Kamis (4/1/2024), ke level tertinggi baru sepanjang masa atau all time high (ATH) dengan kenaikan 80,67 poin (1,11%) menjadi Rp 7.359,76.
Baca Juga
Negara Lain Ramai-Ramai Masuk BRICS, Bagaimana Indonesia? Ini Kata Menlu Retno
Net buy terbanyak melanda lima saham yang didominasi bank papan atas ini, yaitu saham PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) Rp 403,30 miliar, PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) Rp 359,55 miliar, PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) Rp 182,46 miliar, PT MD Pictures Tbk (FILM) Rp 85,87 miliar, dan PT Adaro Energy Indonesia Tbk (ADRO) Rp 82,40 miliar.
Sebaliknya lima saham dengan penjualan bersih (net sell) terbanyak, yaitu saham PT United Tractors Tbk (UNTR) Rp 34,77 miliar, PT Dharmas Satya Nugraha Tbk (DSNG) Rp 27,93 miliar, PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA) Rp 18,10 miliar, PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) Rp 17,14 miliar, dan PT Barito Renewable Energy Tbk (BREN) Rp 11,93 miliar.
Terkait lompatan indeks ke all time high (ATH) digopang penguatan saham bank papan atas, seperti BBCA, BBRI, BMRI, dan BBNI.
Baca Juga
4 Saham Bank Papan Atas ATH, IHSG Capai Level Tertinggi Sepanjang Masa
Sedangkan sektor saham penopang utama penguatan indeks datang dari saham sektor keuangan 2,12%, saham sektor transportasi 2,30%, sektor energi 1,71%, sektor konsumer primer 0,89%, dan sektor konsumer non primer 0,73%.
Sedangkan saham dengan cuan paling pesat dicatatkan PT Apexindo Pratama Duta Tbk (APEX) dan PT Dafam Property Indonesia Tbk (DFAM). Saham APEX ditutup melesat sebanyak Rp 57 (34,13%) menjadi Rp 224. Begitu juga dengan saham DFAM melambung sampai ARA setelah naik Rp 17 (34%) menjadi Rp 67.

