Net Buy Capai Rp 2,31 Triliun, Asing Borong Saham BBRI, BBCA, dan BMRI
JAKARTA, investortrust.id – Pemodal asing merealisasikan pembelian bersih (net buy) saham senilai Rp 2,31 triliun, seiring dengan lompatan indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI), Kamis (14/12/2023), sebanyak 100,68 poin (1,42%) ke level tertinggi baru tahun ini 7.176,02.
Net buy terbanyak melanda kelima saham berikut, yaitu saham PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) Rp 721,26 miliar, PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) Rp 647,51 miliar, PT Bank Mandiri TbK (BMRI) Rp 477,49 miliar, PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI) Rp 150,12 miliar, PT Barito Pacific Tbk (BRPT) Rp 111,65 miliar.
Baca Juga
Pengendali Ini Kembali Kurangi Saham di Tira Austenite (TIRA)
Sebaliknya penjualan bersih (net sell) melanda kelima saham berikut, yaitu saham PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) Rp 89,77 miliar, PT Bank Jago Tbk (ARTO) Rp 62,96 miliar, PT Kalbe Farma Tbk (KLBF) Rp 56,63 miliar, PT Barito Renewable Energy Tbk (BREN) Rp 35,33 miliar, dan PT MD Pictures Tbk (FILM) Rp 18,33 miliar.
Terkait lompatan IHSG hari ini ditopang atas kenaikan mayoritas sektor saham, seperti saham sektor teknologi melesat 5,93%, saham sektor keuangan 2,15%, sektor properti 2,31%, sektor transportasi 1,56%, dan sektor energi 1,64%.
Sebaliknya penurunan melanda saham sektor material dasar 1,25%, sektor kesehatan 0,28%, dan sektor infrastruktur 1,91%.
Baca Juga
Pengendali Ini Kembali Kurangi Saham di Tira Austenite (TIRA)
Di tengah lompatan IHSG, kelima saham ini mencatatkan penguatan paling pesat, yaitu saham PT Wijaya Karya Tbk (WIKA) naik Rp 47 (24,10%) menjadi Rp 242, PT Nusatama Berkah Tbk (NTBK) naik Rp 14 (23,33%) menjadi Rp 74, PT Indointernet Tbk (EDGE) melesat Rp 1.000 (19,80%) menjadi Rp 6.050, PT Pyridam Farma Tbk (PYFA) naik Rp 160 (17,49%) menjadi Rp 1.075, dan PT Mitra Investindo Tbk (MITI) naik Rp 31 (16,40%) menjadi Rp 220.
Sebaliknya penurunan paling dalam melanda beberapa saham berikut, yaitu saham PT Sinergi Inti Andalan Prima Tbk (INET), PT Darma Henwa Tbk (DEWA), PT Sepatu Bata Tbk (BATA), PT Sumber Energi Andalan Tbk (ITMA), dan PT Pioneerindo Gourmet International Tbk (PTSP).

