Prospek Saham Trimegah Bangun (NCKL) Tetap Menggiurkan, Berikut Alasannya
JAKARTA, Investortrust.id – Saham PT Trimegah Bangun Persada Tbk (NCKL) masih memiliki prospek positif ke depan didukung tren penguatan kinerja keuangan. Perseroan juga didukung kas bersih yang besar setelah berhasil menciptakan investasi hilirisasi dalam beberapa tahun terarkhir.
Perseroan juga didukung dengan posisi neraca keuangan yang sehat untuk menopang pertumbuhan ke depan dan momentum harga FeNi yang cenderung naik.
Baca Juga
Target Saham Harita Nickel (NCKL) Direvisi Naik, Simak Sejumlah Faktor Pendorongnya
Hal ini mendorong Sucor Invest Sekuritas Andreas Yordan Tarigan untuk mempertahankan rekomendasi beli saham NCKL dengan target harga Rp 1.250. Dengan harga penutupan kemarin Rp 1.130, potensi penguatan harga saham ini masih tersisa 10%.
Selain momentum tersebut, Andreas mengatakan, saham Trimegah layak dicermati setelah pemerintah berencana membatasi pembangunan smelter baru untuk stabilisasi harga nikal. Pemerintah juga berniat mencabut insentif pajak untuk pembangunan smelter kelas II. Hal ini bertujuan untuk mengurangi kelebihan pasokan NPI/FeNi di pasar.
Baca Juga
“Kami melihat bahwa moratorium pembangunan smelter baru akan memberikan keuntungan signifikan terhadap perusahaan yang telah mengantongi izin pembangunan smelter, seperti NCKL,” tulisnya dalam riset yang diterbitkan, kemarin.
Selain itu, dia mengatakan, perseroan telah mengamankan izin dan insentif pajak terkait proyek RKEF selanjutnya, Karnia Permai Sentosa (KPS). Proyek yang diperkirakan menelan investasi Rp 15 triliun tersebut telah berhasil mendapatkan fasiltias tax holiday selama 15 tahun.
“Kami memprediksi kapasitas produksi perseroan akan melesat sebanyak 87% menjadi 140 ribu ton nikel usai pembangunan pabrik tersebut pada kuartal II-2025,” terangnya.
Baca Juga
Trimegah Bangun (NCKL) juga diuntungkan atas pembentukan perusahaan patungan untuk mendukung ketersediaan sumber daya dengan PT Karya Tambang Sentosa. Perseroan juga berencana mengakuisisi tambang nikel untuk mendukung ketersediaan bahan baku smelter perseroan.
Sucor Invest menargetkan kenaikan laba bersih NCKL menjadi Rp 6,32 triliun tahun ini dan diharapkan meningkat menjadi Rp 8,99 triliun tahun 2024, dibandingkan raihan tahun 2022 senilai Rp 4,66 triliun.

