Kenaikan Produksi Lambungkan Prospek Trimegah Bangun (NCKL), Target Harganya Segini
JAKARTA, investortrust.id – Saham PT Trimegah Bangun Persada Tbk (NCKL) masih memiliki prospek pertumbuhan mengesankan ke depan, seiring dengan peningkatan kapitasitas produksi bersamaan dengan kenaikan permintaan pasar.
Penguatan prospek saham juga didukung ekspektasi peningkatan permintaan produk nikel sejalan dengan terus bertumbuhnya permintaan kendaraan listrik. Hal ini membuat tingkat pertumbuhan kinerja keuangan perseroan dapat tetap terjaga ke depan, meski harga komoditas fluktuatif.
Baca Juga
4 Sekuritas Ini Berlomba Rekomendasi Buy Saham Trimegah Bangun (NCKL), Apa Faktor Pendorong?
NH Korindo Sekuritas Indonesia Axell Ebenhaezer mengatakan, pesatnya pertumbuhan penjualan mixed hydroxide precitate (MHP) sebanyak 22% dan volume penjualan feronikel sebanyak 171% hingga September menjadikan perseroan berhasil mencetak pertumbuhan pendapatan, meskipun harga jual nikel turun.
“Perseroan juga tengah meningkatkan kapasitas produksi dengan pengoperasinal HPAL baru tahun 2024. Pabrik baru ini diharapkan mendongkrak kapasitas produksi MHP perseroan sebanyak 118% dan dilanjutkan pembukaan kembali smelter tahun 2025 yang diharapkan berimbas terhadap kenaikan kapasitas produksi feronikel perseroan sebanyak 154% tahun berikutnya,” terangnya dalam riset yang diterbitkan di Jakarta, pekan lalu.
Tak hanya itu, dia mengatakan, permintaan produk MHP diharapkan terus bertumbuh dalam beberapa tahun mendatang, seiring dengan kenaikan permintaan kendaraan listrik, diharapkan menjadi tenaga pertumbuhan kinerja keuangan ke depan.
Baca Juga
Genggam US$ 38,7 Miliar, Prajogo Pangestu Taklukkan Low Tuck Kwong hingga Hartono Bersaudara
Hal tersebut mendorong NH Korindo Sekuritas untuk mempertahankan rekomendasi beli saham NCKL dengan target harga Rp 1.320. Targe tersebut mencerminkan perkiraan PE sekitar 9,8 kali.
NH Korindo Sekuritas memperkirakan laba bersih perseroan melesat menjadi Rp 5,71 triliun tahun ini dan menjadi Rp 8,10 triliun pada 2025, dibandingkan perolehan tahun lalu Rp 4,66 triliun.

