4 Sekuritas Ini Berlomba Rekomendasi Buy Saham Trimegah Bangun (NCKL), Apa Faktor Pendorong?
JAKARTA, Investortrust.id – Empat perusahaan sekuritas menargetkan rekomendasi beli dengan target harga bervariasi untuk saham PT Trimegah Bangun Pesada Tbk (NCKL). Rekomendasi tersebut disematkan setelah analis dari empat perusahaan sekuritas tersebut hadir langsung mengamati operasional perseroan di kepulauan Obi.
Yang menarik, seluruh sekuritas tersebut kompak menyebutkan bahwa saham NCKL saat ini sudah terlalu murah, dibandingkan dengan valuasi dan prospeknya dalam jangka panjang. Dengan demikian potensi cuan dari saham ini kian terbuka lebar.
Baca Juga
Barito Renewables (BREN) Listing Besok, Simak Prospek Bisnisnya hingga Peran Prajogo Pangestu
Keempat sekuritas tersebut terdiri atas Mandiri Sekuritas, Sucor Invest Sekuritas, Samuel Sekuritas Indonesia, dan Bahana Sekuritas.
Mandiri Sekuritas dalam risemenyebutkan Trimegah Bangun (NCKL) mengoperasikan produksi nikel terintegrasi terbesar di Indonesia yang terletak di pulau Obi. Perseroan melalui anak usahanya dan asosiasi mengoperasikan 12 line pabrik RKEF dengan total kapasitas 120 ribu ton per feronikel dan tiga line HPAL processing dengan kapasitas 55 ribu ton per tahun.
Trimegah Bangun merupakan perusahaan nikel terintegrasi dengan strutur biaya paling murah. Hal ini didukung pabrik yang berdekatan dengan tambang nikelnya. Sebagaimana diketahui 80% kebutuhan bijih nikel berasal dari tambang milik sendiri dan sisanya 20% dibeli dari pihak ketiga.
Perseroan tercatat sebagai produsen nikel dengan truktur biaya yang rendah melalui infrastruktur yang baik, seperti pembangkit listrik, hauling, pelabuhan, fasilitas perumahan karyawan, dan infrastruktur lainnya. Hal ini mendorong Mandiri Sekuritas untuk mempertahankan rekomendasi beli saham NCKL dengan target harga Rp 1450.
Baca Juga
Pulau Subur (PTPS) Siap Debut Perdana di BEI, Simak Kinerja Keuangan dan Produksi
Sementara itu, Sucor Invest Sekuritas Andreas Yordan Tarigan mengatakan, Trimegah Bangun (NCKL) didukung kas bersih yang besar setelah investasi hilirisasi dalam beberapa tahun terarkhir mulai membuahkan hasil.
Momentum penguatan prospek harga FeNi juga ikut melambungkan perseroan ke depan. Hal ini mendorong Sucor Invest Sekuritas Andreas mempertahankan rekomendasi beli saham NCKL dengan target harga Rp 1.250.
Sucor Invest menargetkan kenaikan laba bersih NCKL menjadi Rp 6,32 triliun tahun ini dan diharapkan meningkat menjadi Rp 8,99 triliun tahun 2024, dibandingkan raihan tahun 2022 senilai Rp 4,66 triliun.
Keunggulan Perseroan
Sementara itu, analis Samuel Sekuritas Haikan Putra Samsul dan Juan Harahap mengatakan, Trimegah Bangun (NCKL) memiliki dua keunggulan untuk menciptakan tren pertumbuhan kinerja keuangan. Pertama, perseroan memiliki keunggulan geografis dan penempatan asset yang baik yang dibuktikan jarak area tambang, smelter, dan pelabuhan, sangat dekat dengan jarak masing-masing hanya 5 km.
“Keunggulan letak geografis tersebut membuat perseroan bisa lebih efisien, dibandingkan perusahaan sejenis. Biaya smelter NCKL tercatat yang paling murah di Indonesia,” tulisnya dalam riset terbarunya.
Kedua, Samuel Sekuritas menyebutkan, perseroan tengah melanjutkan ekspansi lanjutan melalui rencana pengembangan smelter RKEF melalui PT Halmahera Jaya Feronikel dengan proyeksi beroperasi pada 2023 dan proyek RKEF melalui PT Karunia Permai Sentosa dengan target produksi pada 2025.
Baca Juga
Bos Mpon Sebut Inovasi Industri Roto Moulding RI Diakui Internasional
Kedua hal tersebut mendorong Samuel Sekuritas mempertahankan rekomendasi beli saham NCKL dengan target harga Rp 1.500. Target tersebut juga mempertimbangkan proyeksi laba bersih perseroan melesat menjadi Rp 5,96 triliun tahun ini, dibandingkan raihan tahun lalu Rp 4,66 triliun. Pendapatan eprseroan juga diprediksi melesat dari Rp 9,56 triliun menjadiR p 22,36 triliun.
Pandangan positif terhadap prospek saham NCKL juga datang dari analis Bahana Sekuritas Fransiska Sepriana dan Timothy Wijaya. Analis tersebut menyebutkan bahwa seluruh proyek pengembangan smelter yang sedang digarap perseroan berjalan sesuai ekspektasi atau progress sesuai rencana.
Baca Juga
Perseroan tengah mengembagnkan pabrik HPAL dengan kapasitas 65 ribu ton per tahun melalui PT Obi Nickle Cobalt dengan target 2024. Sedangkan konstruksi smelter RKEF fase tiga telah dimulai dengan pekerjaan memasuki land clearing.
Perseroan juga tengah membangun pabrik baja nirkarat di sebelah proyek pembangunan smelter RKEF. Pabrik tersebut rencananya akan mengambil bahan baku dari pabrik feronikel perseroan di Kawasan tersebut.
Perseroan juga berencana membangun pembangkit listrik dengan kapasitas 3 X 380 MW dan 1x150 MW untuk menyuplai energi ke seluruh proyek tersebut. “Secara keseluruhan, kami melihat bahwa progress pembangunan ekspansi pabrik tersebut telah berjalan sesuai ekspektasi,” terangnya.
Faktor tersebut mendorong Bahan Sekuritas untuk mempertahankan rekomendasi beli saham NCKL dengan target harga Rp 1.300.
Prospek Saham NCKL
|
Rekomendasi |
Target harga (Rp) |
|
|
Mandiri Sekuritas |
Buy |
1.450 |
|
Sucor Invest |
Buy |
1.250 |
|
Samuel Sekuritas |
Buy |
1.500 |
|
Bahana Sekuritas |
Buy |
1.300 |
Diolah dari berbagai sumber

