Listing Perdana, Saham Sumber Mineral (SMGA) Tancap Gas Tembus ARA
JAKARTA, investortrust.id – PT Sumber Mineral Global Abadi Tbk (SMGA) resmi mencatatkan saham perdana (listing) di Bursa Efek Indonesia, Selasa (30/01/2024).
Saham perdana SMGA dicatatkan pada harga Rp 105 per saham, dan sesaat setelah resmi listing pukul 09.00 WIB, saham SMGA langsung tancap gas hingga menembus auto rejection atas (ARA), menguat 34,29% ke level Rp 141 per saham.
Sebelum listing, SMGA sukses menggelar initial public offering (IPO) sebanyak 1,75 miliar lembar saham, setara dengan 20% dari total modal disetor dan ditempatkan penuh Perseroan pasca IPO.
Baca Juga
Listing Besok, Saham Sumber Mineral Global (SMGA) Resmi Masuk Daftar Efek Syariah
Dengan harga penawaran saham Rp 105 per saham, maka Perseroan berhasil meraup dana segar Rp 183,75 miliar.
Direktur Utama SMGA, Julius Edy Wibowo mengatakan, Grup Perseroan telah berpengalaman lebih dari 15 tahun pada industri energi pada umumnya dan perdagangan komoditas hasil pertambangan pada khususnya sejak tahun 2008.
“Perseroan mencatatkan dan menawarkan sahamnya untuk bertransformasi serta melanjutkan pertumbuhannya, sehingga dapat meningkatkan revenue dan profitability Perseroan dengan menciptakan pertumbuhan dan sinergi yang berkelanjutan serta memiliki tata kelola yang lebih baik dan profesional dalam menjalankan kegiatan usahanya,’’ urai Julius dalam keterangan yang dikutip, Selasa, (30/01/2024).
Julius juga menyampaikan bahwa selain fokus dalam pengembangan kegiatan perdagangan nikel dan batu bara untuk pasar domestik Indonesia, Perseroan turut pula mengembangkan produksi batu gamping pada kuartal I tahun 2024.
Baca Juga
Panin Sekuritas: IHSG Cenderung Menguat, Pantau Saham OMED, BBRI, MAPA dan SILO
“Sehubungan dengan tingginya permintaan batu gamping dan Perseroan melihat terdapat opportunity yang baik di wilayah Morowali Utara, dimana pada wilayah tersebut terdapat banyak smelter yang membutuhkan supply batu gamping. Sehingga, Perseroan memutuskan untuk mengakuisisi dan melakukan pengembangan atas tambang batu gamping pada wilayah tersebut untuk dapat di supply ke beberapa smelter terdekat,” imbuhnya.
Berdasarkan prospektus IPO yang diterbitkan, Perseroan menyebut, seluruh saham yang ditawarkan dalam rangka penawaran umum ini seluruhnya adalah saham baru yang dikeluarkan dari portepel Perseroan.
Adapun penggunaan dana hasil IPO akan dialokasikan untuk modal kerja dalam rangka pengadaan nikel dan batu bara, sesuai kegiatan bisnis yang dijalankan Perseroan sebagai pembayaran atas pembelian nikel dan batu bara dari supplier Perseroan guna memenuhi kontrak pengadaan dengan pihak-pihak terkait.
Manajemen menyebutkan, apabila dana hasil Penawaran Umum tersebut tidak mencukupi untuk membiayai rencana tersebut di atas, maka sumber lain yang menjadi alternatif adalah pinjaman dari afiliasi, pihak ketiga, dan dari dana internal Perseroan.
“Dalam hal terdapat dana hasil Penawaran Umum yang belum direalisasikan, Perseroan akan menempatkan dana tersebut dalam kas dan setara kas atau instrumen keuangan yang aman dan likuid,’’ ulas Manajemen.
Aksi korporasi ini dibantu oleh PT Victoria Sekuritas selaku penjamin pelaksana emisi, dengan kesanggupan penuh (full commitment) terhadap sisa saham yang ditawarkan dan tidak dipesan dalam penawaran umum perdana saham Perseroan.

