Sumber Mineral Global (SMGA) Targetkan Pendapatan Rp 1 Triliun Usai IPO
JAKARTA, investortrust.id – Emiten perdagangan nikel dan batu bara, PT Sumber Mineral Global Abadi Tbk (SMGA) menargetkan meraih pendapatan Rp 1 triliun atau tumbuh 3 kali lipat usai initial public offering (IPO).
Sebagaimana diketahui, SMGA telah mencacatkan saham perdana (listing) di Bursa Efek Indonesia (BEI) hari ini, Selasa (30/01/2024).
“Target revenue kita, bisa mencapai 1 triliun tahun ini. Itu naik 3 kali lipat dari tahun sebelumnya,” papar Julius di Jakarta.
Baca Juga
Listing Perdana, Saham Sumber Mineral (SMGA) Tancap Gas Tembus ARA
Terkait harga nikal yang sedang mengalami pelemahan, Julius mengaku kondisi ini tidak memengaruhi target Perseroan. Apalagi harga nikel selalu mengalami fluktuasi. Dia pun optimistis keuntungan operasional bisa dicapai secara efektif.
“Kalau pendorongnya harga itu selalu fluktuasi. Kami masih bisa dapat untung yang cukup bagus, meski indeks LME US$ 15.000, sebab itu bukan harga yang terendah. Jadi kami tidak merasa ada masalah disitu,” ungkapnya.
Baca Juga
Listing Besok, Saham Sumber Mineral Global (SMGA) Resmi Masuk Daftar Efek Syariah
Selain itu, volume penjualan juga akan lebih ditingkatkan lagi mengingat SMGA sebagai Perseroan yang menjalin hubungan baik dengan Smelter dan memiliki anchor supplier, anchor user, dan anchor customer (jangka panjang).
“Kepercayaan dari smelter di Indonesia lebih besar kepada kami karena kita menjadi perusahaan TBK. Artinya kita bukan perusahaan yang sekedar menyelesaikan transaksi hanya 1-2 transaksi. We are long term partner buat Smelter,” jelasnya.
Saat IPO, saham SMGA ditawarkan dengan harga penawaran sebesar Rp 105,- per saham, sehingga jumlah keseluruhan dana IPO yang terkumpul sebesar Rp 183,75 miliar. Adapun dana yang diraup dari IPO akan dimanfaatkan untuk modal kerja, terutama kebutuhan DP (down payment) kepada beberapa perusahaan tambang untuk operasional jangka pendek.

