Sumber Mineral Global (SMGA) Jajaki Akuisisi Tambang Nikel di Morowali
JAKARTA, investortrust.id – PT Sumber Mineral Global Abadi Tbk (SMGA) menjadi emiten kesembilan yang mencatatkan saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada tahun 2024.
Pasca IPO, emiten uang bergerak di bisnis perdagangan nikel dan batu bara ini akan segera mengakuisisi satu perusahaan tambang nikel di Morowali Utara.
Direktur Utama SMGA Julius Edy Wibowo mengungkapkan, dana yang digunakan untuk akuisisi dari perusahaan tambang tersebut merupakan dana operasional. Sedangkan akuisisi tersebut diharapkan selesai pada kuartal II-2024, sehingga produksi nikel akan di mulai pada kuartal III-2024.
Baca Juga
Sumber Mineral Global (SMGA) Targetkan Pendapatan Rp 1 Triliun Usai IPO
“Ada akuisisi perusahaan tambang di Morowali Utara. Saya belum bisa disclose sekarang (nilainya), pakai dana dari operasional,” ujar Julius Edy Wibowo usai Pencatatan Perdana Saham SMGA di Main Hall Bursa Efek Indonesia (BEI) di Jakarta, Senin (30/01/2024).
Adapun, perusahaan tambang tersebut mampu memproduksi sekitar 50 ribu hingga 100 ribu ton nikel ore sebulan. Lebih lanjut, Perseron juga turut mengembangkan produksi batu gamping pada kuartal I tahun 2024 setelah melihat tingginya permintaan batu gamping.
Baca Juga
Listing Perdana, Saham Sumber Mineral (SMGA) Tancap Gas Tembus ARA
“Perseroan melihat terdapat opportunity yang baik di wilayah Morowali Utara, di mana pada wilayah tersebut terdapat banyak smelter yang membutuhkan supply batu gamping. Sehingga, Perseroan memutuskan untuk mengakuisisi dan melakukan pengembangan atas tambang batu gamping pada wilayah tersebut untuk dapat di supply ke beberapa smelter terdekat,” pungkas Julius.
Terkait kinerja keuangan, Perseroan menargetkan pendapatan sebesar Rp 1 triliun tahun ini. Dengan pelaksanaan IPO, dana dari hasil penawaran umum perdana saham yang telah diterima Perseroan akan digunakan untuk modal kerja dalam rangka pengadaan nikel dan batu bara.

