Per September 2023, Reksa Dana Pendapatan Tetap Penyumbang Terbesar NAB
JAKARTA, Investortrust.id – Reksa dana pendapatan tetap masih menjadi penyumbang terbesar terhadap total nilai aktiva bersih (NAB) sepanjang September 2023. Reksa dana ini berkontribusi sebanyak 30,15% terhadap total NAB senilai Rp 509,73 triliun per September 2023.
Baca Juga
NAB Reksa Dana September Turun, Berikut Daftar Top 10 MI Terbesar
Berdasarkan data Otoritas Jasa Keuangan (OJK), reksa dana terproteksi menyumbang sebanyak 21,28% terhadap total NAB hingga September 2023, reksa dana saham berkontribusi sebanyak 19,3%, reksa dana pasar uang menyumbang hingga 14,41%, dan sisanya berasal dari reksa dana ETF, reksa dana berbasis Sukuk, campuran, indeks, dan reksa dana global.
Kontribusi tersebut tidak jauh berbeda dengan pencapaian Agustus 2023, yaitu reksa dana pendapatan tetap berkontribusi sebanyak 30,27%, disusul reksa dana terproteksi 20,74%, reksa dana saham 19,36%, dan reksa dana pasar uang 14,81%.
Sedangkan NAB reksa dana per September 2023 turun menjadi Rp 509,73 triliun, dibandingkan Agustus 2023 sebanyak Rp 516,68 triliun. Penurunan tersebut sejalan dengan penurunan jumlah unit penyertaan industry reksa dana nasional dari 384,83 miliar unit pada Agustus 2023 menjadi 383,62 miliar unit hingga akhir September 2023.
Baca Juga
Bahana TCW Catat Kenaikan AUM 14%, Reksa Dana Indeks Makin Bersinar
Berdasarkan data OJK, NAB reksa dana tahun ini mencapai puncaknya pada Juli 2023 dengan nilai Rp 520,10 triliun. Usai bulan tersebut berangsur-angsur turun menjadi Rp 516,68 triliun pada Agustus dan terakhir mencapai Rp 509,73 triliun.
Sedangkan daftar manajer investasi (MI) terbesar dengan NAB terbanyak sepanjang September 2023 dicatatkan PT Manulife Aset Manajemen Indonesiasenilai Rp 45,82 triliun, disusul PT Bahana TCW Invesment Rp 45,53 triliun, dan PT Trimegah Asset Management Rp 32,41 triliun.

