NAB Industri Reksa Dana Kembali Turun ke Level Terendah, Bahana TCW Tetap Memimpin
JAKARTA, investortrust.id – Total nilai aktiva bersih (NAB) reksa dana kembali turun menjadi Rp 496,27 triliun hingga akhir November 2023, dibandingkan Oktober 2023 senilai Rp 498,17 triliun. Penurunan tersebut tercatat sebagai yang keempat selama empat bulan berturut-turut.
Berdasarkan data Otoritas Jasa Keuangan (OJK) tren penurunan NAB reksa dana sudah berlangsung sejak Agustus 2023 atau setelah mencapai level tertinggi tahun 2023 pada Juli dengan NAB Rp 520,10 triliun. Bahkan, NAB November tercatat sebagai posisi terendah sepanjang 2023 berjalan.
Baca Juga
Usai mencapai level tertinggi Juli tahun ini, NAB reksa dana berangsur-angsur terkoreksi menjadi Rp 516,68 triliun pada Agustus 2023, turun menjadi Rp 509,73 triliun pada September 2023, kembali turun menjadi Rp 498,17 triliun pada Oktober 2023, dan terakhir senilai Rp 496,27 triliun pada November 2023.
Penurunan NAB tersebut juga terlihat dari peningkatan penebusan (redemption) reksa dana. Pada Juli 2023 tercatat sebanyak 384,41 miliar unit penyertaan reksa dana, dibandingkan posisi akhir November 2023 sebanyak 378,38 miliar unit.
Baca Juga
Sasar Investor Pemula, Kinerja Reksa Dana Pasar Uang Syariah BRI-MI Lampaui Benchmark
Sedangkan manajemen investasi dengan NAB terbesar dicatatkan Bahana TCW mencatatkan total AUM reksa dana senilai Rp 45,80 triliun. Peringkat kedua dibukukan PT Manulife Aset Manajemen Indonesia senilai Rp 44,74 triliun, dan ketiga PT Trimegah Asset Management mencapai Rp 32,34 triliun.
NAB Reksa Dana

