IHSG Ditutup Terjerembab 1,78%, Sebaliknya 6 Saham Ini Cetak ARA
JAKARTA, investortrust.id – Indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI), Selasa (9/9/2025), ditutup melemah sebanyak 138 poin (1,78%) menjadi 7.628. Rentang pergerakan 7.619-7.791 dengan nilai transaksi Rp 22,94 triliun.
Penurunan indeks dipicu atas kejatuhan mayoritas sektor saham, yaitu saham sektor teknologi 1,86%, sektor keuangan 1,73%, sektor infrastruktur 1,36%, sektor energi 1,25%, sektor properti 0,94%, sektor material dasar 0,24%, dan sektor konsumer non primer 0,29%. Sebaliknya kenaikan melanda saham sektor konsumer primer, industri, transportasi, dan kesehatan.
Baca Juga
Aliansi Ekonom: Pertumbuhan 6–7% Tak Cukup, Indonesia Butuh Transformasi Struktural
Meski IHSG terjungkal, sejumlah saham ini catatkan penguatan hingga auto reject atas (ARA), yaitu saham PT Global Sukses Digital Tbk (DOSS) naik 34,78% menjadi Rp 186, PT Puri Sentul Permai Tbk (KDTN) naik 34,19% menjadi Rp 157, dan PT Nusa Raya Cipta Tbk (NRCA) naik 25% menjadi Rp 950.
Penguatan hingga ARA juga melanda saham PT Lion Metal Works Tbk (LION) naik 25% menjadi Rp 550 dan PT Pakuan Tbk (UANG) menguat 24,71% menjadi Rp 1.060, PT Ateliers Mecaniques D Indonesia Tbk (AMIN) naik 24,55% menjadi Rp 274, dan PT Golden Flower Tbk (POLU) naik 19,81% menjadi Rp 12.400.
Sebaliknya penurunan dalam melanda saham WOWS sebanyak 14,29% menjadi Rp 90, MSKY 12,96% menjadi Rp 94, WIIM mencapai 12,43% menjadi Rp 810, COCO melemah 12% menjadi Rp 462, CBRE melemah 11,95% menjadi Rp 398, dan IFSH anjlok 11,35% menjadi Rp 820.
Baca Juga
Chandra Asri (TPIA) Pacu Hilirisasi, Pembangunan Pabrik CA-EDC di Cilegon Capai 33%
IHSG kemarin ditutup anjlok sebanyak 100,5 poin (1,28%) menjadi 7.766,85. Penurunan terjadi setelah Presiden Prabowo Subianto melakukan reshuffle kabinet, salah satunya Sri Mulyani Indrawati diganti dari posisinya sebagai menteri keungan oleh Purbaya Yudhi Sadewa. Presiden juga mengganti posisi Menteri Koperasi dan Menteri Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI)/Kepala BP2MI.
Pemodal asing mencatatkan penjualan bersih (net sell) saham senilai Rp 525,95 miliar dengan penyumbang utama BBCA Rp 1,24 triliun, BMRI Rp 347,21 miliar, dan ADRO Rp 121,79 miliar. Penurunan dipicu atas kejatuhan saham sektor konsumer primer 2,48%, sektor keuangan 2,30%, dan infrastruktur 2,07%.
Di tengah pelemahan tersebut, sejumlah saham berikut torehkan kenaikan hingga auto reject atas (ARA), yaitu LION naik 25% menjadi Rp 440, TALF naik 25% menjadi Rp 430, FITT naik 25% menjadi Rp 460, CBRE melesat 24,86% menjadi Rp 452, dan POLU naik 20% menjadi Rp 10.350.

