IHSG Sesi I Terjerembab 55 Poin, tapi Sejumlah Saham Ini justru ARA
JAKARTA, investortrust.id– Indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) sesi I, Senin (24/2/2025), ditutup anjlok sebanyak 55,78 poin (0,82%) menjadi 6.747. Pergerakan indeks dalam rentang 6.742-6.818 dengan nilai transaksi Rp 4,76 triliun.
Penurunan melanda sejumlah sektor saham berikut, yaitu saham sektor energi 1,32%, sektor material dasar 1,61%, sektor infrastruktur 1,55%, sektor keuangan 0,95%, dan sektor kesehatan 0,29%. Sebaliknya saham sektor teknologi melesat 7,34% dan sektor transportasi 1,17%.
Baca Juga
Momen Prabowo Ucapkan Bismillah Sebelum Tandatangani Keppres Dewas dan Badan Pelaksana Danantara
Di tengah pelemahan indeks sesi I, sejumlah saham ini justru catatkan penguatan hingga auto reject atas (ARA), yaitu saham PT Sinergi Inti Andalan Prima Tbk (INET) sebanyak 34,48% menjadi Rp 156. Meski tak ARA, PT Indomobil Multi Jasa Tbk (IMJS) melesat 33,33% menjadi Rp 184 dan PT WIR Asia Tbk (WIRG) naik 27,27% menjadi Rp 154.
Lompatan hingga ARA juga melanda saham PT Dwi Guna Laksana Tbk (DWGL) sebanyak 25% menjadi Rp 420, PT Anabatic Technologies Tbk (ATIC) naik 25% menjadi Rp 675, PT Data Sinergitama Tbk (ELIT) menguat 24,75% menjadi Rp 252, PT Indomobil Sukses Internasional Tbk (IMAS) naik 24,52% menjadi Rp 965, dan PT DCI Indonesia Tbk (DCII) naik 19,99% menjadi Rp 96.775.
Sebaliknya sejumlah saham dengan penurunan paling dalam, yaitu saham PT Brigit Biofarmaka Teknologi Tbk (OBAT), PT Citra Marga Nusaphala Persada Tbk (CMNP), PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN), PT Raharja Energi Cepu Tbk (RATU), dan PT Cipta Selera Murni Tbk (CSMI).
Baca Juga
Istana Ungkap Dewan Penasihat Danantara Dijabat Mantan Presiden
IHSG pekan lalu berhasil torehkan penguatan sebanyak 169 poin (2,54%) menjadi 6.803. Penguatan tersebut ditopang lompatan saham sektor digital. Sedangkan saham dengan penguatan paling pesat dicatatkan sejumlah emiten saham sektor teknologi, seperti saham PT DCI Indonesia Tbk (DCII) dengan kenaikan lebih dari 70% setelah terjadi penguatan hingga auto reject atas (ARA) dalam tiga hari beruntun menjadi Rp 80.650.
Penguatan pesat juga dicatatkan saham PT Dwi Guna Laksana Tbk (DWGL) dengan kenaikan lebih dari 131% pekan ini menjadi Rp 336 dan PT Remala Abadi Tbk (DATA) naik 131,69% menjadi Rp 2.120. Lompatan harga juga dicatatkan saham PT Golden Flower Tbk (POLU) dengan penguatan sebanyak 62% menjadi Rp 4.320.

