IHSG Sesi I Terjerembab 0,88%, Sebaliknya Saham SOHO dan FMII Perkasa
JAKARTA, investortrust.id – Indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) sesi I, Jumat (27/3/2026), ditutup anjlok sebanyak 63,09 poin (0,88%). Sebaliknya saham SOHO dan FMII masih berhasil cetak kenaikan hingga auto reject atas (ARA).
IHSG bergerak dalam rentang 7.070-7.164 dengan nilai transaksi Rp 5,39 triliun sepanjang sesi I. Pelemahan tersebut sejalan dengan pelemahan mayoritas pasarn saham Asia, dengan penurunan terdalam dicatatkan indeks saham Kospi Korea dan Nikkei Jepang.
Baca Juga
Hartadinata (HRTA) Cetak Penjualan Rp 44,54 Triliun, Laba Bersih Melesat 121%
Secara sectoral, penurunan indeks dipicu atas kejatuhan hampir seluruh sektor saham, seperti sektor industry turun 1,53%, sektor material dasar melemah 0,70%, sektor infrastruktur 1,30%, sektor teknologi 0,85%, sektor property 0,35%, dan sektor keuangan 0,33%. Sebaliknya sektor kesehatan masih naik 0,39%.
Tekanan indeks juga datang dari pelemahan saham big cap, seperti ITMG, BREN, EMAS, MORA, TPIA, ASII, TLKM, BBCA, dan BBNI.
Meski IHSG melemah, saham ini cetak lompatan harga hingga auto reject atas (ARA), yaitu SOHO naik 24,92% menjadi Rp 2.030 dan FMII naik 24,32% menjadi Rp 276. Kenaikan pesat juga melanda saham TALF sebanyak 24% menjadi Rp 930, NZIA naik 20,14% menjadi Rp 173, dan DEFI menguat 19,12% menjadi Rp 81.
Baca Juga
Direktur BCA (BBCA) Nilai Sentimen Global Jadi Faktor Utama di Balik Tekanan Saham Bank
Kemarin, IHSG ditutup anjlok ditutup turun dalam sebanyak 138,03 poin (1,89%) menjadi 7.164,09 dengan pemodal asing mencatatkan penjualan bersih (net sell) saham Rp 20,71 triliun setelah adanya crossing saham FAPA bernilai Rp 18,76 triliun melalui pasar negosiasi atau crossing saham.
Penurunan kemarin sejalan pelemahan mayoritas pasar saham Asia. Penurunan dipicu atas kejatuhan hampir seluruh sektor saham dengan pelemahan lebih dari 2% dicatatkan saham sektor energi, material dasar, industry, konsumer primer. Sebaliknya kenaikan hanya melanda saham sektor transportasi.
Meski IHSG anjlok, beberapa saham berikut catatkan lompatan harga signifikan hingga auto reject atas (ARA), seperti saham AYLS sebanyak 34,55% menjadi Rp 222, TALF melambung 25% menjadi Rp 750, SSTM naik 24,80% menjadi Rp 780, dan SOTS naik 24,57% menjadi Rp 1.090.
