Stock Split Siap Digelar, Soho Global (SOHO) Ungkap Jadwal Ini
JAKARTA, investortrust.id – PT Soho Global Health Tbk (SOHO) menetapkan perdagangan saham dengan nilai nominal baru dari hasil pemecahan nilai nominal saham (stock split) mulai 13 November 2023.
Perseroan sebelumnya telah mendapatkan restu pemegang saham dalam rapat umum pemegang saham (RUPS) pada 19 Otkober untuk menggelar stock split dengan rasio 1:10.
Baca Juga
SOHO Tebar Dividen Interim Rp 250 Miliar saat Stock Split, Begini Ketentuannya
Senior Executive Vice President Soho Yuliana Tjhai dalam penjelasan resminya, Selasa (7/11/2023), mengatakan, dengan stock split tersebut jumlah saham perseroan akan bertambah dari 1,26 miliar saham menjadi 12,69 miliar saham SOHO.
Sedangkan pada penutupan perdagangan saham di Bursa Efek Indonesia (BEI), Selasa, saham SOHO ditutup menguat Rp 350 (6,60%) menjadi Rp 5.650 per saham.
Perseroan sebelumnya menetapkan dividen tunai interim tahun buku 2023 senilai Rp 250,07 miliar, atau Rp 19,7 per saham. Presiden Direktur Soho Global Rogelio Paulino mengatakan, pembagian dividen ini telah disetujui pemegang saham dalam Rapat Umum Pemegang Saham pada 31 Oktober 2023.
Terkait besaran dividen per saham, perseroan menyebutkan bahwa apabila stock split telah berlaku efektif pada saat pembayaran dividen interim, maka nominal dividen interim yang dibagikan adalah sebesar Rp 19,7 per saham.
Namun apabila stock split belum berlaku efektif pada saat tanggal pembayaran dividen interim, maka nominal dividen interim yang dibagikan sesuai dengan pemegang saham, yang namanya tercatat dalam Daftar Pemegang Saham Perseroan pada 14 November 2023.
Baca Juga
Bisnis Properti Tertekan, Surya Semesta Berbalik Rugi Rp 23,7 Miliar di Kuartal III-2023
Adapun jadwal pembagian dividen saham yang direncanakan Perseroan yaitu, tanggal cum dividen di pasar reguler dan pasar negosiasi pada 10 November 2023, kemudian tanggal ex dividen di pasar reguler dan pasar negosiasi pada 13 November 2023.
Hingga kuartal III-2023, perseroan membukukan laba bersih yang didapat diatribusikan kepada entitas induk sebesar Rp 270 miliar, kemudian saldo laba ditahan yang tidak dibatasi penggunaannya Rp 726,81 miliar dan total ekuitas Rp 2,54 triliun.

