Faktor Ini Jadi Pemicu Utama IHSG Melesat dalam Dua Bulan Terakhir
JAKARTA, investortrust.id - Mandiri Sekuritas mengungkapakan penguatan pesat indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) dalam dua bulan terakhir hingga sempat level tertinggi baru sepanjang masa (all time high/ATH) di atas 8.000 ditopang aliran dana asing dan buy back saham.
Berdasarkan data IHSG BEI telah mencatatkan penguatan lebih dari 12,32% menjadi 7.952, bahkan penguatan IHSG tercatat tertinggi kedua setelah indeks saham Vietnam dengan kenaikan 32,05%. Bandingkan pada 8 April 2025, kinerja IHSG tercatat yang paling hancur dengan penurunan 15,71% atau terendah di Asean.
Baca Juga
Meski IHSG Sentuh ATH 8.022, Investor Asing justru Net Sell Rp 278,62 Miliar
Head of Equity Research Mandiri Sekuritas Adrian Joezer mengatakan, penguatan IHSG sebanyak 12% ytd didorong oleh kebijakan fiskal dan moneter yang semakin longgar, termasuk pemangkasan suku bunga acuan lebih dari 200 basis poin. Momentum positif juga dipicu oleh arus modal asing yang kembali masuk dan valuasi saham yang relatif murah.
“Valuasi sejumlah saham sempat ke level terendah, sehingga setiap ada katalis positif sedikit pun bisa menjadi sentimen positif dan berdampak terhadap rebound di pasar saham,” ujar Joezer dalam paparannya saat acara Economic Outlook Q3 2025 yang digelar daring Kamis, (28/8/2025).
Ia memaparakan bahwa arus modal asing yang sebelumnya sempat keluar cukup besar, kini mulai berbalik masuk. Hingga 25 Agustus 2025, inflow asing tercatat mencapai sekitar Rp 8 triliun. Hal ini turut memperkuat momentum pasar.
Baca Juga
Bank Mandiri Optimistis Likuiditas Perbankan Makin Baik, Didorong Kebijakan Akomodatif
Kenaikan indeks juga didukung sejumlah perusahaan besar memanfaatkan valuasi rendah untuk melakukan buyback, sehingga bisa membantu IHSG rebound. “Kalau kita lihat datanya sejak awal 2025 jumlah perusahaan yang sudah mengumumkan akan buyback itu sekitar 50 perusahaan,” jelasnya.
Angka tersebut menunjukkan peningkatan dibandingkan tahun 2024 sekitar 32 perusahaan dan 2023 sekitar 36 perusahaan yang melakukan buyback saham. Di mana angka 50 ini dikatakan besar sejak Covid-19 di tahun 2020 yakni sekitar 73 perusahaan. “Jadi, ini juga mungkin saya rasa membantu fenomena di mana marketnya terjadi rebound,” pungkasnya.
Sekedar informasi, IHSG Kamis (28/8/2025), ditutup menguat 15,91 poin (0,20%) menjadi 7.952, meski intraday sesi I sempat melesat sentuh level tertinggi baru sepanjang masa (all time high/ATH) 8.022. Nilai transaksi saham harian mencapai Rp 14,19 triliun.

