Kadin Beberkan 4 Faktor Pemicu Penutupan Sejumlah Pabrik dalam Beberapa Bulan Terkahir
JAKARTA, investortrust.id - Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia mengungkapkan empat faktor pemicu penutupan sejumlah pabrik industri manufaktur beberapa bulan terakhir.
Wakil Ketua Umum Koordinator Bidang Organisasi, Hukum dan Komunikasi Kadin Yukki Nugrahawan Hanafi menyebutkan, faktor pertama adalah kebutuhan perusahaan untuk melakukan efisiensi pembiayaan operasional.
Baca Juga
Sejumlah Pabrik Tutup, Pengamat Beri Sejumlah Saran Ini ke Pemerintah
“Ini bisa mencakup biaya produksi yang meningkat, perubahan dalam permintaan pasar, hingga persaingan yang meningkat, yang dapat memaksa perusahaan untuk restrukturisasi atau bahkan menghentikan operasi,” ucapnya kepada Investortrust.id, Selasa (14/5/2024).
Yukki juga mengatakan, fenomena tersebut menggambarkan dinamika dari lingkungan bisnis yang kompetitif, di mana tidak semua perusahaan dapat bertahan. Ia menilai, persaingan usaha itu pun menyebabkan penurunan permintaan.
“Seringkali, faktor-faktor eksternal seperti ketidakpastian dan tekanan ekonomi global, perubahan dalam kebijakan perdagangan, atau inovasi teknologi, memaksa perusahaan untuk menilai kembali dan mengalokasikan sumber daya mereka ke sektor yang lebih produktif,” terangnya.
Baca Juga
Mengapa Sejumlah Pabrik Besar Tutup? Pengusaha Beberkan Pemicunya
Selain itu, Yukki mengungkapkan, kalau perubahan teknologi memilki peran krusial dalam mentransformasi industri manufaktur dari yang sebelumnya sangat bergantung pada tenaga kerja menjadi lebih otomatis dan efisien.
“Inovasi seperti robotika, kecerdasan buatan, dan sistem automasi telah meningkatkan produktivitas tetapi juga mengurangi kebutuhan akan tenaga kerja yang intensif sehingga menimbulkan restrukturisasi tenaga kerja,” papar Yukki.
Baca Juga
Pabrik Sepatu Bata Tutup, Aprisindo Minta Ini ke Pemerintah demi Nasib Industri Alas Kaki
“Kadin Indonesia mendorong adanya pelatihan dan pendidikan berkelanjutan untuk mempersiapkan tenaga kerja dalam menghadapi perubahan industri untuk para tenaga kerja,” tandasnya.
Adapun diketahui, pabrik yang ditutup pada 2024 ini di antaranya adalah pabrik ban milik PT Hung-A Indonesia di Cikarang, Jawa Barat, dan pabrik garmen PT Cahaya Timur Garmindo. Kemudian yang terbaru pabrik alas kaki atau sepatu milik PT Sepatu Bata Tbk (BATA) di Purwakarta, Jawa Barat.

