OJK Ungkap Faktor Ini Jadi Pemicu Utama Kejatuhan IHSG dalam Sepekan Ini
JAKARTA, investortrust.id - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menilai penurunan tajam indeks harga saham gabungan (IHSG) sepanjang Februari dipicu ketidakpastian global. Pelemahan juga dipicu berlanjutnya pelemahan nilai tukar Rupiah.
Koreksi indeks juga berlanjut pada penutupan perdagangan, Selasa (11/2/2025), sebanyak 116 poin (1,75%) menjadi 6.531. Sedangkan koreksi indeks sepanjang Februari 2025 berjalan telah lebih dari 8%.
Baca Juga
"Memang, karena kalau secara globalnya kan juga masih uncertainty," kata Kepala Eksekutif Pasar Modal, Keuangan Derivatif dan Bursa Karbon OJK Inarno Djajadi saat dijumpai di Jakarta, Selasa, (11/2/2025).
Terlebih, menurut Inarno, saat ini sentimen pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) juga turut mempengaruhi laju IHSG. Pada penutupan Selasa, (11/2/2025) nilai tukar Rupiah melemah hingga 26 poin (0,16%) menjadi Rp 16.364 per dolar AS dari sebelumnya Rp 16.358 per dolar AS.
"Terus juga, kita punya dollar AS juga terjadi pelemahan. Nah, ini yang salah satu yang juga mempengaruhi terhadap indeks," tutur Inarno.
Baca Juga
Sebagai catatan, berdasarkan data level penutupan indeks ini tercatat yang paling rendah terhitung sejak Level penutupan terendah IHSG sejak 2 Desember 2021 dan dalam 38 bulan atau lebih dari tiga tahun. Level penutupan indeks terakhir terjadi pada 1 Desember 2021 level 6.507.
Terkait koreksi indeks hari ini dipicu atas kejatuhan saham sektor infrastruktur 3,94% dan sektor energi 3,18%. Pelemahan selanjutnya disumbangkan saham sektor transportasi 2,96%, sektor properti 1,95%, sektor keuangan 1%, dan sektor Kesehatan 1,41%. Sebaliknya penguatan melanda saham sektor teknologi 0,53%.

