Laba Barito Renewables (BREN) Tumbuh 11,5% di Semester I-2025, Didukung Ini
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id – PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN) membukukan kinerja keuangan yang solid sepanjang semester I-2025 ditopang peningkatan output panas bumi dan efisiensi operasional yang konsisten. Emiten energi terbarukan ini mencatat kenaikan laba bersih sebesar 11,5% secara tahunan menjadi US$ 82 juta, dibandingkan periode sama tahun lalu US$ 74 juta.
CEO Barito Renewables, Hendra Soetjipto Tan, mengatakan bahwa pemulihan kinerja geotermal menjadi faktor utama pencapaian tersebut. “Meskipun produksi energi angin mengalami penurunan, kami mencatat kinerja panas bumi yang kuat setelah normalisasi operasional di Darajat dan adanya kontribusi tambahan dari Salak Binary. Disiplin biaya dan strategi keuangan ikut mengerek naik margin, sehingga laba bertumbuh,” ujarnya dalam keterangan resmi, Rabu (31/7).
Baca Juga
Luar Biasa! BRPT Cetak Laba Tertinggi Sepanjang Sejarah Rp 28,39 Triliun di Semester I-2025
Pendapatan konsolidasian emiten yang dikendalikan Prajogo Pangestu (BREN) ini tumbuh 3,4% menjadi US$ 300 juta hingga Juni 2025, dibandingkan periode yang sama tahun lalu, didorong oleh peningkatan kapasitas produksi panas bumi pasca pemeliharaan tidak terencana di Darajat pada 2024. Unit Salak Binary yang baru ikut berkontribusi penuh sepanjang paruh pertama tahun ini.
EBITDA BREN naik 4,4% secara tahunan naik menjadi US$ 259 juta, dengan marjin EBITDA yang meningkat menjadi 86,3% sebagai cerminan efisiensi operasional dan pengendalian biaya yang semakin solid. Selain itu, keberhasilan renegosiasi pembiayaan dengan Bangkok Bank Limited ikut menopang penurunan beban bunga dan mendorong pertumbuhan laba bersih.
Ke depan, dia mengatakan, Barito Renewables (BREN) berkomitmen melanjutkan ekspansi kapasitas terpasang sebagai bagian dari dukungannya terhadap transisi energi rendah karbon di Indonesia. Beberapa proyek pengembangan unit panas bumi baru di Salak dan Wayang Windu kini tengah berjalan dan ditargetkan mulai beroperasi secara komersial pada akhir 2026.
Baca Juga
Tertinggi Sepanjang Masa, Laba Chandra Asri (TPIA) Capai Rp 26 Triliun di Semester I-2025
Selain itu, program retrofit untuk peningkatan efisiensi dan umur aset juga sedang dilakukan di tiga lokasi utama, yaitu Salak, Wayang Windu, dan Darajat. Perusahaan juga memperkirakan segmen energi angin akan menunjukkan perbaikan kinerja pada paruh kedua 2025 seiring dengan membaiknya kondisi angin secara musiman.
“Dengan ketersediaan sumber daya yang lebih baik, kami optimistis segmen angin akan memberikan kontribusi yang lebih signifikan terhadap bauran energi Perseroan pada kuartal-kuartal mendatang,” ujar Hendra.
Barito Renewables (BREN) menegaskan komitmennya untuk terus menghadirkan solusi energi terbarukan yang inovatif dan berkelanjutan, dengan mengedepankan keunggulan operasional, pengelolaan keuangan yang disiplin, serta ekspansi strategis guna menciptakan nilai jangka panjang bagi para pemegang saham dan seluruh pemangku kepentingan.

