Laba Tumbuh 17,87%, Barito Renewables (BREN) Ungkap Target 2028
JAKARTA, investortrust.id – PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN) membukukan peningkatan laba tahun berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebanyak 17,87% menjadi US$ 107,41 juta pada 2023, dibandingkan periode sama tahun lalu US$ 91,12 juta.
Pertumbuhan tersebut sejalan dengan kenaikan pendapatan perusahaan yang dikendalikan Prajogo Pangestu ini sebesar 4,4% dari US$ 569,78 juta menjadi US$ 594,93 juta. Sedangkan beban keuangan melesat dari US$ 85,07 juta menjadi US$ 136,48 juta tahun 2023. Pendapatan bunga naik dari US$ 2,88 juta menjadi US$ 11,39 juta.
Baca Juga
Barito Renewable (BREN) Tuntaskan Akuisisi Dua Perusahaan Ini
“Selain mencatat pertumbuhan kinerja keuangan, kami juga berhasil menuntaskan penawaran umum perdana (IPO) saham dengan raihan dana senilai US$ 200 juta dan mendiversifikasi portofolio di luar panas bumi melalui akuisisi aset pembangkit listrik tenaga bayu/angin (PLTB)," ujar Dirut BREN Hendra Soetjipto dalam penjelasan resminya di Jakarta, Selasa (19/3/2024).
Terkait penyumbang kinerja tahun 2023, dia mengatakan, didukung peningkatan produksi listrik panas bumi sebanyak 3,4%. Kenaikan juga didukung pertumbuhan tarif listrik dari Salak, Drajat, dan Wayang Windu.
Baca Juga
Petrindo (CUAN) Milik Prajogo Pangestu Raih Pinjaman Rp 1,35 Triliun dari BNI
BREN juga mencatatkan kenaikan beban keuangan tahun lalu, menurut dia, dipengaruhi penarikan pinjaman baru untuk membiayai penambahan saham di aset operasional, yaitu Wayang Windu, Salak, dan Darajat. Langkah tersebut bagian dari upaya untuk memaksimalkan nilai bagi para pemegang saham.
“Ke depan, kami tetap menjalankan rencana ekspansi untuk mengoperasikan kapasitas sebesar 1.300 MW tahun 2028. Target ini akan dicapai melalui pengembangan unit-unit baru di wilayah operasi panas bumi yang sudah ada dan pengembangan kawasan greenfield energi panas bumi maupun tenaga angin,” terangnya.
Kinerja Keuangan BREN

