IHSG Rebound Perkasa 2,65% Pekan Ini, Ini Faktor Penopang Utamanya
JAKARTA, investortrust.id – Indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) dalam sepekan ini berhasil torehkan penguatan pesat mencapai 182,24 poin (2,65%) menjadi 7.047,43. Kenaikan harga juga diimbangi dengan peningkatan rata-rata nilai transaksi harian saham lebih dari Rp 10 triliun.
Kenaikan tersebut ditopang listing delapan saham baru yang sebagian besar mencatatkan kenaikan harga pesat hingga auto reject atas (ARA) pekan ini. Penguatan indeks tersebut juga ditopang kenaikan sebanyak 484 saham yang menguasai 53% kapitalisasi pasar saham. Sebaliknya hanya 238 saham yang cetak penurunan dan sebanyak 246 saham ditutup stagnan.
Baca Juga
MSCI Ubah Metodologi, Peluang Saham BREN, CUAN, dan PTRO Masuk Indeks Agustus 2025 Terbuka?
Penguatan tersebut juga ditopang penguatan pesat lima saham kapitalisasi pasar jumbo berikut, yaitu kenaikan sebanyak 5,72% saham BBRI, sebanyak 4,85% saham BMRI, sebanyak 16,13% saham BRPT, sebanyak 7,02% saham BREN, dan sebanyak 3,8% sahamm TLKM. Kenaikan juga ditopang penguatan seluruh sektor saham, terbesar saham sektor infrastruktur naik 6,51%, sektor keuangan 3,30%, sektor energi 3,85%, sektor material dasar 3,23%, dan sektor property 3%.
Meski IHSG mencatatkan lompatan hingga berada di atas level 7.000, pemodal asing terpantau masih melanjutkan aksi penjualan bersih (net sell) saham senilai Rp 1,87 triliun. Nilai net sell tersebut menunjukkan penurunan dibandingkan pekan lalu sebanyak Rp 2,77 triliun.
Baca Juga
Lima saham dengan net sell terbanyak dicatatkan saham PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) Rp 1,58 triliun, PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) Rp 231,47 miliar, PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA) mencapai Rp 191,23 miliar, PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk (ICBP) Rp 145,58 miliar, dan PT Dharma Henwa Tbk (DEWA) Rp 98,49 miliar.
Sebaliknya lima saham dengan torehan pembelian bersih (net buy) oleh pemodal asing, yaitu PT Astra International Tbk (ASII) Rp 199,73 miliar, PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BRIS) Rp 147,38 miliar, PT Telkom Indonesia Tbk (TLKM) Rp 141,39 miliar, PT United Tractors Tbk (UNTR) Rp 123,85 miliar, dan PT Pantai Indah Kapuk Dua Tbk (PANI) Rp 80,13 miliar.

