Lanjutkan Tren Menguat, Rupiah Perkasa ke Rp 16.265/USD
JAKARTA, investortrust.id - Nilai tukar rupiah melanjutkan tren menguat terhadap dolar Amerika Serikat (AS) dalam penutupan perdagangan Senin (8/7/2024) sore. Berdasarkan Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) Bank Indonesia (BI), rupiah ditutup perkasa, menguat 47 poin atau 0,29% ke level Rp 16.265/USD, dibanding posisi perdagangan hari sebelumnya Rp 16.312/USD.
Mata uang rupiah juga menguat terhadap greenback di pasar spot valas yang dipantau Yahoo Finance. Hingga pukul 16.30 WIB, nilai tukar rupiah terapresiasi 25 poin ke Rp 16.250/USD, dibanding hari sebelumnya Rp 16.275/USD.
Research & Education Coordinator Valbury Asia Futures Nanang Wahyudin mengungkap, tren positif rupiah dalam tiga hari perdagangan secara beruntun didorong oleh meningkatnya capital inflow ke instrumen Sekuritas Rupiah Bank Indonesia (SRBI) pekan lalu. Ia mengatakan, permintaan SRBI oleh asing meningkat dibandingkan dengan Surat Berharga Negara (SBN).
"Karena imbal hasil yang ditawarkan SRBI lebih tinggi dari SBN. Bahkan hingga 7% (lebih)," kata Nanang kepada Investortrust.id, di Jakarta, Senin (8/7/2024).
Baca Juga
Harga Emas Antam Tidak Bergeser, Dibandrol Rp 1.395.000 per Gram
10 Bulan Beruntun
BI, lanjut Nanang, juga mencatat net buy oleh investor asing pada SRBI terjadi dalam 10 pekan beruntun. Total nilainya lebih dari Rp 60 triliun.
Pergerakan rupiah, lanjut dia, juga dipengaruhi faktor lain ketidakpastian global. Ini terutama dari Amerika Serikat soal kebijakan suku bunga acuan Federal Rerserve (The Fed).
"Hal itu seiring prospek suku bunga acuan The Fed yang diproyeksikan akan terjadi pelonggaran (penurunan) sebanyak dua kali di tahun ini. Tepatnya pada periode September dan Desember," sambungnya.
Sementara itu, pagi tadi, BI merilis hasil survei di mana konsumen masih cukup optimistis terhadap kondisi perekonomian secara keseluruhan pada bulan Juni 2024. Meski demikian, data menunjukkan optimisme masyarakat Indonesia cenderung menurun.
Baca Juga
Hal ini tecermin pada laporan dari Bank Sentral Indonesia yang mengungkapkan indeks kepercayaan konsumen (IKK) Indonesia sedang menurun. IKK Indonesia turun dari 127,7 pada bulan April menjadi 125,2 pada Mei 2024.
"Konsumen Indonesia juga kurang optimistis dalam survei terbaru, karena angka IKK bulan Juni turun menjadi 123,3," ucapnya.
Prediksi Perdagangan Selasa
Meski nilai tukar rupiah terus mencatatkan tren apresiasi dalam beberapa hari ke belakang, pelaku pasar tetap harus berhati-hati. Menurut analis Valbury Asia Futures tersebut, pergerakan nilai tukar rupiah akan mendapatkan rintangan terjal dari AS pekan ini, seiring dengan diumumkannya angka inflasi terbaru.
Ia mengungkap apabila inflasi AS masih bertahan di atas 3,0%, The Fed diprediksi akan mempertahankan suku bunga acuan yang ada saat ini, sembari melihat perkembangan katalis dan sentimen baru lainnya. "Untuk besok, rupiah diperkirakan akan bergerak pada Rp 16.200-16.350/USD, di mana potensi penguatan untuk rupiah masih terbuka," tuturnya.

