Laba Teladan Agro (TLDN) Melonjak 110%, Ini Penopang Utamanya
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id – PT Teladan Prima Agro Tbk (TLDN) mencatatkan kenaikan laba bersih yang signifikan sebanyak 110,5% menjadi Rp 829,3 miliar hingga kuartal III-2025, dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Capaian tersebut bahkan telah melampaui laba bersih sepanjang tahun 2024 sebesar Rp 825,6 miliar.
Pertumbuhan laba yang impresif ini ditopang oleh kenaikan volume penjualan dan harga jual rata-rata (ASP) untuk produk utama perseroan, yakni crude palm oil (CPO), crude palm kernel oil (CPKO), dan palm kernel (PK).
Baca Juga
Saat Lanjutkan Transformasi Berbasis ESG, Eagle High (BWPT) Berhasil Kerek Laba 54%
Sepanjang Januari–September 2025, volume penjualan CPO mencapai 238.013 ton, naik 5,7% dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Harga jual rata-rata CPO juga meningkat 18,6% year-on-year (yoy) menjadi Rp 13.945 per kg.
Sementara itu, penjualan CPKO melonjak tajam hingga 312,8% menjadi 8.753 ton, dengan harga jual rata-rata Rp 24.080 per kg atau naik 48,2% yoy. Untuk PK, harga jual meningkat 82,3% menjadi Rp 11.024 per kg, turut memperkuat profitabilitas perusahaan.
Dengan kombinasi kenaikan volume dan harga jual tersebut, TLDN berhasil membukukan pendapatan dari penjualan CPO sebesar Rp 3,32 triliun atau tumbuh 25,4%, penjualan CPKO sebesar Rp 210,78 miliar atau melesat 511,8%, dan PK mencapai Rp 274,37 miliar dengan pertumbuhan 48,5%.
Baca Juga
Alihkan Saham Treasuri, XLSmart (EXCL) Raup Dana Rp 2,73 Triliun
Perusahaan menyatakan optimistis dapat mempertahankan tren positif ini hingga akhir tahun. “Di tengah membaiknya harga CPO, CPKO, dan PK, kami berupaya memanfaatkan momentum ini untuk meningkatkan volume penjualan. Sebagai perusahaan agribisnis modern, kami berkomitmen menghadirkan produk berkualitas tinggi dan bernilai tambah,” ujar Direktur Utama TLDN, Wishnu Wardhana, Kamis (30/10/2025).
Wishnu menjelaskan, TLDN terus memperkuat kinerja operasional melalui manajemen berbasis data dan teknologi. Melalui platform Teladan Productivity Technology Science (TPTS) yang terintegrasi dengan Internet of Things (IoT), perusahaan dapat memantau indeks kesehatan tanaman secara real time guna menjaga produktivitas kebun.
Sampai kuartal III-2025, produksi tandan buah segar (TBS) TLDN mencapai 929.964 ton, naik 5,9% dari tahun sebelumnya sebesar 878.296 ton. Pertumbuhan terjadi di kebun inti (naik 5,3%) maupun kebun plasma (naik 10,3%).
Baca Juga
Teladan Agro (TLDN) Bagikan Dividen Rp 200,67 Miliar, Simak Jadwal Berikut
Hingga akhir September 2025, TLDN juga mencatat produksi CPO sebesar 240.282 ton, naik 2,2% dibandingkan 235.213 ton pada periode yang sama tahun lalu. Produksi PK dan CPKO turut meningkat masing-masing 2,9% dan 265,8% yoy, seiring peningkatan volume TBS yang diolah.
“Meningkatnya kinerja operasional merupakan hasil konsistensi kami dalam menerapkan praktik perkebunan terbaik, termasuk pemupukan, pemeliharaan infrastruktur, dan pemanfaatan teknologi kebun,” tutur Wishnu.

