Teladan Prima Agro (TLDN) Ubah Peruntukan Sisa Hasil IPO, Ini Alasannya
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id – PT Teladan Prima Agro Tbk (TLDN) memutuskan untuk mengubah peruntukan sisa dana hasil penawaran umum perdana (initial public offering/IPO), dari rencana akuisisi menjadi setoran modal anak usaha.
Manajemen telah mengantongi restu dari pemegang saham untuk uang muka setoran modal kepada entitas anak, yakni PT Cipta Davia Mandiri sebesar Rp 65,28 miliar. Dana ini rencananya digunakan untuk meningkatkan produktivitas kebun.
“Perubahan ini dilakukan dengan mempertimbangkan dinamika industri, khususnya terbatasnya ketersediaan aset perkebunan kelapa sawit yang memenuhi standar internal perseroan, serta tingginya valuasi pasar,” ungkap Head of Corporate Finance & Strategy Teladan Prima Agro, Wasisto Budi di kantor pusat perseroan, Beltway Office Park, Kamis (16/4/2026).
Hingga akhir tahun lalu, perusahaan yang melantai di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada 2022 itu telah menggunakan Rp 220,32 miliar dana hasil IPO atau sekitar 77% dari total bersih Rp 285,6 miliar. Jumlah ini, antara lain telah dipakai untuk mengakuisisi PT Cipta Davia Mandiri sebesar Rp 136,32 miliar.
Baca Juga
Dividen Teladan Prima Agro (TLDN) Naik 74,7% Jadi Rp 701,05, Catat Tanggal Pembagiannya
Kemudian perusahaan menyetor modal pada PT Telen Prima Sawit sebesar Rp 44 miliar untuk pembangunan pabrik pengolahan inti sawit (kernel crushing plant/KCP). Ada pula penyetoran modal kepada PT Daya Lestari sebesar Rp 40 miliar untuk membangun pembangkit listrik tenaga biogas (biogas power plant/BPP).
Manajemen mengeklaim, investasi pada pembangunan KCP dan BPP tidak hanya memperkuat integrasi operasional perseroan, tetapi juga merupakan bagian dari implementasi prinsip circular economy, di mana limbah kelapa sawit diolah menjadi produk bernilai tambah dan sumber energi terbarukan.
“Inisiatif ini sekaligus mendukung komitmen perseroan dalam penerapan prinsip environmental, social, and governance (ESG), khususnya dalam meningkatkan efisiensi sumber daya dan pengelolaan emisi,” sambung Wasisto.
Dengan berbagai keputusan strategis yang dihasilkan dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) ini, manajemen optimistis dapat menjaga kinerja positif di tengah dinamika industri.
Wasisto juga meyakini, perusahaan mampu memperkuat fundamental bisnis dan struktur permodalan, guna mendukung pertumbuhan yang berkelanjutan serta penciptaan nilai jangka panjang bagi seluruh pemangku kepentingan.
Baca Juga
Optimalkan Nilai Tambah, Teladan Prima (TLDN) Bangun Pabrik Kernel dan Biogas,

