BEI: Penjualan Portfolio Saham Jiwasraya Tak Berdampak pada IHSG
JAKARTA, Investortrust.id - PT Bursa Efek Indonesia (BEI) mengungkapkan bahwa restrukturisasi PT Asuransi Jiwasraya tidak mempengaruhi Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG). Diketahui, portfolio saham dari Jiwasraya akan dijual mengingat usainya proses restrukturalisasi Jiwasraya menjadi IFG Life, dan pemerintah akan melikuidasi Jiwasraya.
“So far nggak terlalu ya, nanti kita cek lagi. Kemungkinannya kecil,” papar Direktur PT Bursa Efek Indonesia (BEI), Iman Rachman saat ditemui setelah Pembukaan Perdagangan Bursa Efek Indonesia (BEI) Tahun 2024, Jakarta, Selasa (2/1/2024).
Pada kesempatan yang sama, Direktur Perdagangan dan Pengaturan Anggota Bursa BEI, Irvan Susandy menegaskan bahwa IHSG dikendalikan oleh LQ45. LQ45 adalah indeks dari 45 emiten pilihan yang sudah diseleksi. Oleh sebab itu, penjualan portofolio milik Jiwasraya dinilai tidak akan memengaruhi IHSG.
“Kan kalau IHSG memang di-drive dari LQ45. Kalau IHSG tergantung sekali sama LQ45 dari pergerakan indeks. LQ45 di-drive sama saham-saham top 10 atau top 15 lah. Saya pikir ya tergantung dari saham-saham besar,” papar Irvan.
Sementara itu, hingga saat ini telah ada 99,7% dari pemegang polis Jiwasraya yang telah dialihkan ke IFG Life. Dan setelah proses restrukturalisasi selesai, pemerintah akan segera melakukan likuidasi yang diperkirakan selesai dalam 3 tahun ke depan.
Prosesnya meliputi pengembalian izin Jiwasraya ke OJK. Dan setelah OJK menerima, OJK akan mencabut izin usaha Jiwasraya. Namun sebelum pencabutan izin usaha, penyerahan reksadana-reksadana PT Asuransi Jiwasraya harus dipastikan oleh pengadilan telah diserahkan pada pemiliknya.
