ARA dan ARB Simetris Berlaku, Saham Cilacap Fishing (ASHA) Yang Pertama
JAKARTA, Investortrust.id – PT Cilacap Samudera Fishing Industry Tbk (ASHA) menjadi emiten pertama yang terkena auto reject bawah (ARB) maksimal 35% setelah aturan ARA dan ARB simetris mulai berlaku hari ini, Senin (4/9/2023).
Data Bursa Efek Indonesia (BEI) menyebutkan bahwa, harga saham ASHA telah menunjukkan penurunan konsisten terhitung sejak 25 Agustus 2023 dari level penutupan Rp 183 menjadi Rp 83 per saham hingga penutupan akhir pekan lalu.
Baca Juga
Perhatian! ARA dan ARB Saham hingga 35% Berlaku mulai Hari Ini
Bahkan, hari ini, saham ASHA terjun Rp 29 (34,94%) menjadi Rp 54. Saham perusahaan perikanan ini langsung dibuka ARB dengan penurunan mencapai 34,94%.
Terkait volatilitas harga saham ASHA dalam beberapa hari terakhir, manajemen dalam keterbukaan informasi ke BEI pekan lalu menyebutkan bahwa manajemen tidak mengetahui adanya informasi atau fakta material yang dapat mempengaruhi nilai efek perseroan.
Perseroan juga menyebutkan belum berencana melakukan aksi korporasi dalam waktu dekat, termasuk rencana korporasi yang dapat berkaibat terhadap pencatatan saham perseroan di BEI.
Baca Juga
Sementara itu, dari sisi keuangan perseroan masih berhasil mencetak kenaikan pendapatan. Pendapatan naik tipis menjadi Rp 206,82 miliar sepanjang semester I-2023, dibandingkan periode sama tahun lalu Rp 205,61 miliar. Namun beban pokok penjualan melonjak lebih pesat hingga memicu laba kotor perseroan turun dalam dari Rp 39,06 miliar menjadi Rp 23,31 miliar.
Meski pendapatan bertumbuh, laba bersih periode berjalan justru turun dari Rp 13,74 miliar menjadi Rp 8,56 miliar. Penurunan tersebut membuat laba per saham perseroan anjlok dari Rp 13,41 menjadi Rp 1,96 per saham.

