Unsuspensi Saham ASPI dan ARCI, Penguatan bakal Berlanjut?
JAKARTA, investortrust.id– Bursa Efek Indonesia (BEI) membuka kembali (unsuspensi) perdagangan saham PT Andalan Sakti Primaindo Tbk (ASPI) dan PT Archi Indonesia Tbk (ARCI) mulai sesi I, Selasa (24/6/2025). Kemarin, dua saham tersebut disuspensi akibat kenaikan signifikan harganya dalam beberapa hari tearkhir.
“Suspensi atas perdagangan saham ASPI dan ARCI di pasar reguler dan pasar tunai dibuka kembali mulai sesi I pada 24 Juni 2025,” tulis pengumuman resmi BEI di Jakarta, kemarin.
Baca Juga
Berdasarkan data BEI, saham ARCI telah mencatatkan lompatan harga sebanyak 82,91% menjadi Rp 655 dalam sebulan terakhir. Saham emiten yang dikendalikan Rajawali Group miliki Peter Sondakh ini tercatat sebagai saham emiten tambang emas dan tembaga dengan kenaikan harga tertinggi di BEI dalam sebulan terakhir.
Begitu juga dengan saham ASPI telah mengalami lompatan harga sebanyak 67,74% menjadi Rp 260 dalam sebulan terakhir. Bahkan, saham ASPI tercatat sebagai saham dengan kenaikan harga tertinggi di BEI pekan lalu. Kenaikan mencapai 94,03% dari Rp 134 menjadi Rp 260 sepanjang pekan lalu.
Terkait ARCI, manajemen ARCI sebelumnya menginformasikan telah menemukan adanya kandungan bijih emas kadar tinggi sebesar 60 gram/ton dengan ketebalan 36 meter (m) dari kedalaman 178 m sampai 241 m pada kuartal III-2024. Bijih emas ini teridentifikasi berada di bagian utara Koridor Timur.
Baca Juga
Harga Melesat Signifikan, BEI Akhirnya Suspensi Saham ARCI dan ASPI
Direktur Utama Archi Indonesia Rudy Suhendra menyampaikan, hasil eksplorasi intersepsi emas yang didapat oleh ARCI lebih tinggi, dibandingkan beberapa tambang emas lainnya. Penemuan ini diklaim masih sebagai permulaan karena aktivitas eksplorasi masih terus dilanjutkan.
Peluang penemuan cadangan emas juga cukup terbuka seiring dimulainya fase 1 penambangan bawah tanah oleh ARCI pada pit Kopra. “Cadangan (emas) kami masih berkembang dan usia pertambangan kami juga terus berkembang,” imbuh dia.
Grafik Saham ARCI dan ASPI

