Harga Melesat Signifikan, BEI Akhirnya Suspensi Saham ARCI dan ASPI
JAKARTA, investortrust.id – Bursa Efek Indonesia (BEI) menghentikan sementara atau suspensi perdagangan saham PT Andalan Sakti Primaindo Tbk (ASPI) dan PT Archi Indonesia Tbk (ARCI) mulai sesi I, Senin (23/6/2025). Suspensi dipicu kenaikan harga signifikan.
Dipicu terjadinya peningkatan harga kumulatif yang signifikan terhadp saham ASPI dan ARCI, BEI melakukan penghentian sementara perdagangan kedua saham tersebut mulai sesi I, Senin (23/6/2025). Suspensi bertujuan untuk cooling down sebagai bentuk perlindungan bagi investor.
Baca Juga
Lima Emiten Cum Dividen Hari Ini, Yield Tertinggi Capai 12,6%
Sebelum dihentikan saham ARCI telah mencatatkan lompatan harga sebanyak 82,91% menjadi Rp 655 dalam sebulan terakhir. Saham emiten yang dikendalikan Rajawali Group miliki Peter Sondakh ini tercatat sebagai saham emiten tambang emas dan tembaga dengan kenaikan harga tertinggi di BEI dalam sebulan terakhir.
Begitu juga dengan saham PT Andalan Sakti Primaindo Tbk (ASPI) telah mengalami lompatan harga sebanyak 67,74% menjadi Rp 260 dalam sebulan terakhir. Bahkan, saham ASPI tercatat sebagai saham dengan kenaikan harga tertinggi di BEI pekan lalu. Kenaikan mencapai 94,03% dari Rp 134 menjadi Rp 260 sepanjang pekan lalu.
Baca Juga
Transaksi Saham Toba Pulp (INRU) Dibuka Kembali, Bakal Lanjutkan Kenaikan?
Sementara itu, BEI membuka kembali perdagangan saham PT Toba Pulp Lestari Tbk (INRU) di pasar reguler dan pasar tunai mulai sesi I perdagangan BEI Senin (23/6/2025).
Manajemen BEI dalam keterangan resminya menyebutkan bahwa suspensi atas perdagangan saham INRU dibuka kembali mulai sesi I hari ini. Sebelumnya saham INRU dihentikan sementara (suspensi) sejak 10 Juni 2025, seiring dengan lompatan harga lebih dari 134,69% ke level Rp 920 dalam sebulan terakhir atau sebelum disuspensi.
Grafik Saham ARCI dan ASPI

