IHSG Sepekan: Melesat 0,74% Terdorong BRMS hingga Net Buy Saham Rp 1,3 Triliun
JAKARTA, investortrust.id – Indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) pekan ini berhasil torehkan penguatan 0,74% dari 7.113 menjadi 7.166. Pemodal asing juga merealisasikan pembelian bersih (net buy) saham hingga Rp 1,3 triliun.
Kenaikan tersebut ditopang penguatan mayoritas saham, sebanyak 403 saham berhasil catatkan kenaikan. Sisanya 231 saham ditutup stagnan dan sebanyak 326 saham membukukan penurunan harga.
Baca Juga
Emas Melambung Gara-Gara Konflik Israel-Iran, Harganya Diprediksi Bisa Segini
Sedangkan lima saham penopang utama kenaikan indeks datang dari saham BRMS dengan kenaikan 18,75% menjadi Rp 494, TPIA menguat 4,44% menjadi Rp 10.000, AMMN naik 3,8% menjadi Rp 8.200, DSSA naik 4,23% menjadi Rp 59.200, dan BBCA menguat 1,12% menjadi 9.025.
Penguatan indeks pekan iini juga didukung pengautan sebagian besar sektor saham, seperti sektor energi naik 2,28%, sektor material dasar 2.75%, sektor transportasi naik 4,78%, sektor teknologi menguat 1,47%, sektor industry naik 0,67%, dan sektor infrastruktur menguat 0,58%. Sebaliknya penurunan melanda saham sektor kesehatan dan consumer non primer.
Terkait transaksi saham oleh investor asing, BEI mencatatkan pembelian bersih (net buy) saham hingga Rp 1,30 triliun pekan ini. Realisasi ini membalikkan posisi net sell saham pekan lalu mencapai Rp 4,70 triliun. Tiga saham dengan net buy terbanyak adalah PT Bumi Resources Minerals Tbk (BRMS) Rp 737,68 miliar, PT Telkom Indonesia Tbk (TLKM) Rp 464,11 miliar, dan PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) Rp 388,05 miliar.
Baca Juga
Wall Street Hancur Lebur Setelah Serangan Israel-Iran, Dow Anjlok Lebih dari 750 Poin
Sedangkan tiga saham dengan penjualan bersih (net sell) terbesar oleh investor asing pekan ini, yaitu saham PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) Rp 693,47 miliar, PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk (CUAN) Rp 243,82 miliar, dan PT Alamtri Resources Indonesia Tbk (ADRO) Rp 151,15 miliar.
Kemarin, IHSG BEI ditutup tergerus sebanyak 38,31 poin (0,53%) menjadi 7.166. Penurunan dipicu atas pelemahan sebagian besar sektor saham, seperti sektor teknologi 1,74%, sektor keuangan 0,98%, sektor infrastruktur 0,68%, sektor consumer non primer turun 0,96%, sektor consumer primer 0,71%, dan sektor property 0,70%. Sebaliknya investor asing net buy Rp 478,77 miliar hingga saham JAWA dan MBSS berhasil cetak kenaikan hingga auto reject atas (ARA).

