Net Buy Melesat Rp 3,15 Triliun, Asing Borong BRMS dan BREN Jelang Masuk MSCI Besok
JAKARTA, investortrust.id – Investor asing mencatatkan pembelian bersih (net buy) jumbo mencapai Rp 3,15 triliun, seiring dengan kenaikan signifikan Indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI), Senin (24/11/2025), sebanyak 155,9 poin (1,85%) menuju level tertinggi baru sepanjang masa (all time high/ATH) 8.570,2.
Net buy terbesar dicatatkan lima saham ini, yaitu PT Bumi Resources Minerals Tbk (BRMS) Rp 1,18 triliun, PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN) Rp 544,67 miliar, PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) Rp 535,17 miliar, PT Petrosea Tbk (PTRO) Rp 371,51 miliar, dan PT MD Entertaintment Tbk (FILM) Rp 259,35 miliar.
Baca Juga
Freeport Ungkap Targetkan Pemulihan Tambang Grasberg hingga Revisi Turun RKAB 2026
Sebaliknya lima saham dengan penjualan bersih (net sell) terbesar melanda saham PT Kalbe Farma Tbk (KLBF) Rp 753,54 miliar, PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk (ICBP) Rp 739,02 miliar, PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) Rp 77,45 miliar, PT Alamtri Resources Indonesia Tbk (ADRO) Rp 58,43 miliar, dan PT Impack Pratama Tbk (IMPC) Rp 43,58 miliar.
Lompatan IHSG hari ini didukung penguatan hampir seluruh sektor saham, kecuali saham sektor kesehatan turun tipis 0,10%. Kenaikan tertinggi ditorehkan saham sektor properti 3,94%, sektor infrastruktur 2,36%, konsumer primer naik 2,54%, sektor industri naik 2,25%, sektor energi naik 2,33%, sektor keuangan 1,14%, sektor material dasar 1,05%, dan sektor teknologi 0,86%.
Sedangkan saham dengan penyumbang terbesar datang dari kenaikan harga seluruh saham emiten milik Prajogo Pangestu, seperti BREN, CUAN, PTRO, CDIA, hingga BRPT. Kenaikan juga didukung penguatan saham AMMN dan penguatan juga didukung kenaikan harga saham bank KBMI IV, seperti BBCA, BBRI, BMRI, dan BBNI.
Adapun saham dengan kenaikan terpesat hingga auto reject atas (ARA), yaitu saham DOOH menguat 34,57% menjadi Rp 218, DGNS melesat 34,48% menjadi Rp 195, dan BMHS menguat 34,52% menjadi Rp 226.
ARA juga melanda saham INET naik 25% menjadi Rp 675, PKPK naik 25% menjadi Rp 850, saham BOGA naik 25% menjadi Rp 1.050, SOTS naik 24,87% menjadi Rp 24,87% menjadi Rp 482, ARKO naik 24,81% menjadi Rp 3.320, JSPT menguat 24,85% menjadi Rp 4.220, BUKK menguat 24,68% menjadi Rp 2.400, SSTM naik 24,71% menjadi Rp 1.085, dan RISE melesat 19,91% menjadi Rp 14.000.
Baca Juga
Di Tengah "Outflow" Besar ETF, "Whale" Kripto Justru Serap Bitcoin
Akhir pekan lalu, IHSG ditutup melemah tipis 5,57 poin (0,07%) menjadi 8.414. Rentang pergerakan indeks dalam kisaran 8.414-8.432 dengan nilai transaksi Rp 14,64 triliun. Penurunan tipis tersebut sejalan dengan penurunan sejumlah sektor saham, seperti sektor energi 0,29%, sektor konsumer non primer 0,49%, dan sektor keuangan 0,61%.
Di tengah penurunan tipis itu, enam saham berikut justru berhasil catatkan penguatan hingga auto reject atas (ARA), yaitu BUKK naik 25% menjadi Rp 1.925, INDO naik 24,79% menjadi Rp 302, GGRP menguat 24,76%, SMDM menguat 24,75% menjadi Rp 1.260, GPSO menguat 24,59% menjadi Rp 760, SOTS naik 24,52% menjadi 386, dan BOGA naik 24,44% menjadi Rp 24,44%.

