Net Buy Berlanjut Rp 718,62 Miliar, Asing Borong BRMS hingga BUMI
JAKARTA, investortrust.id – Pemodal asing kembali mencatatkan pembelian bersih (net buy) saham senilai Rp 718,62 miliar, meski indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI), Selasa (25/11/2025), ditutup melemah 48,37 poin (0,56%) menjadi 8.521.
Net buy terbanyak melanda lima saham berikut, yaitu saham PT Bumi Resources Minerals Tbk (BRMS) senilai Rp 1,41 triliun, PT Bumi Resources Tbk (BUMI) Rp 589,25 miliar, PT MD Entertaintment Tbk (FILM) Rp 100,23 miliar, PT Kalbe Farma Tbk (KLBF) Rp 95,88 miliar, dan PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk (ICBP) Rp 86,80 miliar.
Baca Juga
Sawit Sumbermas Sarana (SSMS) Resmi Akuisisi Sawit Mandiri Lestari Senilai Rp 1,6 Triliun
Sebaliknya lima saham dengan penjualan bersih (net sell) terbanyak melanda saham PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) Rp 1,20 triliun, PT Barito pacific Tbk (BRPT) Rp 209,59 miliar, PT Solusi Sinergi Digital Tbk (WIFI) Rp 88,10 miliar, PT Elang Mahkota Teknologi Tbk (EMTK) Rp 76,23 miliar, dan PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk (CUAN) Rp 70,62 miliar.
Pelemahan indeks dipicu atas penurunan mayoritas sektor saham, khususnya saham big cap yang dikendalikan Prajogo Pangestu. Di antaranya, saham BREN, TPIA, BRPT, hingga CDIA.
Sedangakn sektor saham penekan indeks datang dari kejatuhan saham sektor properti 0,94%, sektor teknologi 0,46%, konsumer non primer 0,46%, sektor material dasar 0,27%, dan sektor transportasi 0,19%. Sebaliknya saham sektor kesehatan, konsumer primer, industri, keuangan, dan energi catatkan penguatan.
Meski IHSG anjlok akibat aksi ambil untung atau profit taking, sejumlah saham berikut catatkan kenaikan hingga auto reject atas (ARA) melanda, saham SWID menguat 34,86% menjadi Rp 147, SEMA naik 34,62% menjadi Rp 140, WEHA menguat 34,58% menjadi Rp 144, DNAR menguat 34,31% menjadi Rp 184, MEDS melesat 33,85% menjadi Rp 87, dan KUAS melesat 33,82% menjadi Rp 90.
Baca Juga
Purbaya Datangi Kantor Bahlil, Bahas Kesiapan LPG Jelang Nataru
ARA juga melanda saham BHAT naik 25% menjadi Rp 1.425, DEPO melesat 25% menjadi Rp 320, SSTM menguat 24,88% menjadi Rp 1.355, dan NRCA melesat 24,80% menjadi Rp 1.560. Meski tak ARA, saham BUVA menguat 20,09% menjadi Rp 1.375.
Kemarin, IHSG ditutup melesat sebanyak 155,9 poin (1,85%) menuju level tertinggi baru sepanjang masa (all time high/ATH) 8.570,2. Investor asing mencatatkan pembelian bersih (net buy) jumbo mencapai Rp 3,15 triliun. Net buy terbesar dicatatkan saham BRMS Rp 1,18 triliun, BREN Rp 544,67 miliar, dan BMRI Rp 535,17 miliar.

